Seleksi Taruna Baru Politeknik Agraria STPN 2026 Diikuti 2.114 Peserta, Siapkan SDM Unggul Pertanahan

RAMAI: Suasana Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027 di Politeknik Agraria STPN - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, JABAR - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Politeknik Agraria STPN menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 2.114 peserta mengikuti seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) untuk memperebutkan kesempatan menjadi taruna yang dipersiapkan sebagai sumber daya manusia unggul di bidang pertanahan dan tata ruang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, mengatakan para calon taruna yang terpilih diharapkan menjadi generasi yang memiliki kompetensi, integritas, dan karakter kuat dalam mendukung pelayanan pertanahan dan tata ruang di Indonesia.

"Kita harus optimistis siapa pun yang akan menjadi calon taruna Politeknik Agraria STPN adalah benar-benar putra-putri terbaik bangsa yang memiliki attitude, knowledge, dan integritas dalam memperbaiki serta mempercepat penyelesaian berbagai program layanan pertanahan dan tata ruang," ujarnya di BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (2/7/2026).

Seleksi tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kampus Politeknik Agraria STPN di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan BPSDM Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor. Pelaksanaan di Yogyakarta berlangsung pada 1–4 Juli 2026, sedangkan di Cikeas digelar pada 2 Juli 2026.

Agustyarsyah menjelaskan, penambahan lokasi seleksi dilakukan karena jumlah pendaftar terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara kapasitas pelaksanaan di kampus STPN Yogyakarta terbatas.

"Jumlah pendaftar Politeknik Agraria STPN setiap tahun semakin bertambah. Karena kapasitas di Yogyakarta terbatas, kami memanfaatkan fasilitas BPSDM di Cikeas agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik," katanya.

Selain mengakomodasi jumlah peserta, pelaksanaan seleksi di dua lokasi juga bertujuan menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas proses ujian berbasis CBT.

Ke depan, ATR/BPN berencana memperluas lokasi seleksi ke berbagai wilayah Indonesia melalui sistem zonasi. Namun, perluasan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, serta mekanisme pengawasan agar mutu seleksi tetap terjaga.

"Ke depan kami berharap dapat membentuk beberapa zona pelaksanaan seleksi di berbagai wilayah Indonesia. Namun saat ini kami memprioritaskan pelaksanaan yang profesional dan mudah diawasi sehingga kualitas seleksi tetap terjaga," jelasnya.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 1.405 peserta mengikuti seleksi di Kampus Politeknik Agraria STPN Yogyakarta, sedangkan 709 peserta mengikuti ujian di BPSDM Cikeas.

Materi ujian meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Potensi Umum (TPU), serta materi bidang keagrariaan.

Hasil seleksi CBT dijadwalkan diumumkan pada 9 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara pada 13–15 Juli 2026, sebelum pengumuman kelulusan akhir pada 22 Juli 2026.

Taruna yang dinyatakan lulus akan menjalani daftar ulang secara daring, masuk asrama pada 21 Agustus 2026, mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24–27 Agustus 2026, dan memulai perkuliahan pada 31 Agustus 2026.

Sumber: Rilis ATR/BPN

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال