Potensi Jadi Ikon Budaya Dayak Terbesar di Dunia, Legislator Lohing Simon Dukung Pembangunan Huma Betang

 

LOKAL: Ikon Huma Betang di Provinsi Kalteng - Foto Dok Nett  


BORNEOTREND.COM, KALTENG- Pembangunan Huma Betang yang ditandai dengan peletakan tiang perdana oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, Jalan Jenderal Sudirman, Palangka Raya, mendapat dukungan dari Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng Lohing Simon.

Menurut Lohing, pembangunan Huma Betang merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus menghadirkan ikon baru bagi Kalteng. 

"Saya bahkan berharap bangunan tersebut nantinya dapat menjadi Huma Betang terbesar di dunia dan berfungsi sebagai pusat pelestarian adat, budaya, serta edukasi bagi masyarakat," tegasnya, senin (27/7/2026).


Ditegaskannya pembangunan Huma Betang bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba. Bahkan rencana tersebut telah dibahas sejak sekitar dua tahun lalu bersama Komisi IV DPRD Kalteng, khususnya dalam pembahasan sektor infrastruktur dan bidang Cipta Karya.

“Perencanaannya sudah kami bahas sejak dua tahun yang lalu di Komisi IV. Hari ini bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah memasuki tahap implementasi pembangunan fisik,” katanya.

Sebagai mitra kerja pemerintah daerah di bidang infrastruktur, Komisi IV DPRD Kalteng berkomitmen mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun tahapan penganggaran.

Ia menyebutkan pembangunan Huma Betang akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu, pembahasan anggaran lanjutan direncanakan masuk dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Selain persoalan anggaran, Lohing juga menyoroti penggunaan kayu ulin sebagai material utama pembangunan. Menurutnya, penggunaan kayu ulin merupakan bagian dari karakteristik Huma Betang yang mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat Dayak dan patut dipertahankan.

“Namanya Huma Betang, sejak dahulu tiang-tiang utamanya menggunakan kayu ulin. Begitu juga rangka penguat bangunannya. Itu merupakan ciri khas Huma Betang,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan Huma Betang dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kalteng, sekaligus destinasi budaya yang mampu memperkuat pelestarian kearifan lokal dan menarik minat wisatawan.

Sumber: Nett

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال