![]() |
| ILUSTRASI: Pemprov Kalteng melakukan pengaturan penggunaan gawai di sekolah - Foto Dok Nett |
BORNEOTREND.COM, KALTENG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) kini telah mengatur penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus melindungi peserta didik dari dampak negatif penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol.
Atas kebijakannya ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng memberikan dukungannya, salah satunya Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalteng Sudarsono.
“Kami sangat mendukung upaya Pemprov Kalteng mengatur penggunaan gawai di sekolah. Tujuannya tentu untuk menciptakan ruang digital yang sehat, terarah, dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ujar Sudarsono, Senin (27/7/2026).
Politisi Partai Golkar itu juga mengakui perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Namun, tanpa pengaturan yang jelas, penggunaan gawai berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, mengurangi interaksi sosial antarsiswa, hingga memengaruhi pembentukan karakter generasi muda.
"Teknologi semestinya dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempermudah peserta didik memperoleh informasi dan memperkaya proses pembelajaran, bukan menjadi sumber distraksi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Karena itu saya menilai pengaturan penggunaan gawai di sekolah perlu dipahami sebagai langkah untuk menata pemanfaatan teknologi secara bijak, bukan membatasi akses siswa terhadap perkembangan digital," tambahnya.
Anggota DPRD Provinsi Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan itu juga menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut memerlukan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah.
Menurutnya, sekolah dan guru memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan gawai selama proses pembelajaran berlangsung. Sementara itu, orang tua diharapkan tetap memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak ketika berada di rumah.
"Saya optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara seimbang. Dengan demikian, peserta didik tetap mampu mengikuti perkembangan digital tanpa mengabaikan fokus belajar maupun kehidupan sosialnya," tukasnya.
Sumber: Nett
