![]() |
REVITALISASI: Para pekerja sedang merevitalisasi sekolah – Foto Dok. Kemendikdasmen |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sebanyak 8.503 satuan pendidikan hingga pertengahan 2026 telah menerima bantuan revitalisasi sekolah dengan nilai mencapai Rp 3,69 triliun.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal (PAUD Dikdas PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto mengatakan program tersebut merupakan upaya pemerintah menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
"Program revitalisasi satuan pendidikan adalah ikhtiar negara dalam menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak di Indonesia. Tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merencanakan sebanyak 11.744 satuan pendidikan penerima revitalisasi. Prioritas revitalisasi adalah satuan pendidikan terdampak bencana, satuan pendidikan wilayah 3T, serta satuan pendidikan yang rusak berat di seluruh Indonesia," ungkap Gogot dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Program revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan satuan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung proses pembelajaran.
Gogot menjelaskan hingga saat ini realisasi penyaluran bantuan telah menjangkau 8.503 satuan pendidikan atau sekitar 72% dari target 11.744 satuan pendidikan pada 2026.
"Progres penyaluran bantuan terus berjalan, sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 8.503 satuan pendidikan atau 72% dari target 11.744 satuan pendidikan dengan nilai bantuan Rp 3,69 triliun. Khusus wilayah bencana, sedang dibangun sebanyak 3.101 satuan pendidikan dengan nilai bantuan Rp 2,97 triliun," tambahnya.
Menurut Gogot, penyaluran anggaran dan bantuan teknis di lapangan terus menunjukkan perkembangan positif. Realisasi program juga berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Kemendikdasmen juga berencana memperluas cakupan program revitalisasi sekolah pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak, terutama di daerah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
"Sesuai arahan bapak presiden, tambahan sasaran program revitalisasi tahun 2026 ditargetkan menjadi 71.744 satuan pendidikan," tegas Gogot.
Kemendikdasmen optimistis percepatan program revitalisasi sekolah dapat mendukung terwujudnya pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan inklusif bagi seluruh anak bangsa.
Sumber: beritasatu.com

