![]() |
| RAMAI: Pelaksanaan Bimtek peningkatan SDM pembina Posyandu - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memperkuat kapasitas 125 pembina Posyandu untuk mendukung transformasi layanan kesehatan primer di tingkat masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu tingkat kota yang digelar di Hotel Roditha Banjarbaru, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Banjarbaru. Bimtek difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta terkait pembinaan, pendampingan, dan pelaksanaan program Posyandu yang terintegrasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, mengatakan penguatan kapasitas pembina Posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP).
“Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tim pembina posyandu mengenai kebijakan regulasi dalam melakukan pembinaan dan pendampingan. Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih solid untuk mendukung penyelenggaraan posyandu yang berkualitas, terutama dalam mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) bagi seluruh siklus hidup,” ujarnya.
Menurut Ani, Posyandu kini didorong tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi juga seluruh kelompok usia mulai dari ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.
Transformasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan dasar di lingkungan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer.
Untuk mendukung tujuan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Prof. Dr. Husaini, M.Kes dari TAP2D Bidang Pemerintahan dan Perencanaan Pembangunan, Indah Trisnaniyanti, SKM, MPH dari Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru, serta Hendra Fitriadi, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Melalui bimtek ini, Tim Pembina Posyandu diharapkan dapat menjalankan fungsi pendampingan secara lebih efektif di wilayah masing-masing.
Dinkes Banjarbaru menilai penguatan sumber daya pembina Posyandu menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penulis: P. Silitonga

