![]() |
BAWANG MERAH: Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Siska Monalisa dan petani di Liang Anggang memperlihatkan tanaman bawang merah yang berhasil dikembangkan – Foto P. Silitonga |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru berhasil membudidayakan bawang merah di lahan setempat.
Pada tahap awal, penanaman dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan bibit dari jaringan petani lokal. Uji coba tersebut sempat menghadapi berbagai kendala, bahkan sejumlah petani mengalami kegagalan pada fase awal.
Namun, melalui proses adaptasi berkelanjutan mulai dari penyesuaian teknik tanam hingga pola perawatan, petani perlahan menemukan metode yang lebih sesuai dengan karakteristik lahan setempat.
Hasilnya, produksi bawang merah yang semula terbatas kini mulai meningkat dan memiliki nilai jual. Capaian ini menjadi indikasi kuat bahwa komoditas tersebut berpotensi dikembangkan lebih luas di wilayah Liang Anggang.
Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Siska Monalisa menilai, inisiatif berbasis masyarakat ini layak mendapat perhatian serius. Menurutnya, keberhasilan yang tumbuh dari bawah dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian.
“Ini menunjukkan bahwa dengan kemauan dan proses belajar di lapangan, masyarakat mampu berinovasi. Ke depan perlu penguatan, baik dari pembinaan, pendampingan teknis, maupun dukungan bibit yang lebih terstandar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kelompok tani dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Ke depan, pengembangan bawang merah di Liang Anggang diharapkan dapat masuk dalam skema pembinaan yang lebih terarah. Dengan demikian, tidak hanya berhenti pada tahap uji coba, tetapi berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan lokal di Kota Banjarbaru.
Penulis: P. Silitonga

