Pertamina Minta Warga Tak Menimbun BBM dan LPG, Stok Dijamin Aman

ANTRE BBM: Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh, dipicu pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa stok BBM nasional hanya bisa bertahan 20 hari dampak perang Iran-Israel – Foto Antara


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Di tengah isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat eskalasi Timur Tengah, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat untuk tidak menimbun BBM dan gas LPG, karena tindakan tersebut melanggar ketentuan yang berlaku dan memiliki konsekuensi hukum.

Pertamina mengimbau masyarakat agar menggunakan energi secara bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok energi dijaga tetap aman dengan pola distribusi yang terukur.

Terlebih selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri,  Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi baik BBM dan LPG dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pertamina Patra Niaga terus memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat. Berbagai langkah antisipasi telah kami lakukan, mulai dari build up stock, penguatan sarana distribusi, koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder terkait mulai dari pemerintah melalui kementerian terkait, kedutaan besar dan perwakilan luar negeri, mitra bisnis, hingga mitra internasional sesama badan usaha, hingga memastikan sistem monitoring distribusi berjalan optimal," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam siaran persnya, Jumat (6/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai upaya penguatan layanan, antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi. Langkah ini dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga terus menjalankan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi, termasuk optimalisasi distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah operasional.

Upaya ini dilakukan melalui monitoring intensif serta mitigasi berkelanjutan guna menjaga kestabilan pasokan dengan menerapkan pola distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE), sehingga penyaluran energi dapat tetap terjaga dalam berbagai kondisi. Dalam mendukung pengawasan distribusi energi secara lebih akurat dan cepat, Pertamina Patra Niaga juga memanfaatkan sistem digitalisasi seperti Pertamina Digital Hub yang memungkinkan pemantauan penyaluran energi secara realtime dari sisi hulu hingga hilir.


Mudik Lebaran, Pertamina Hadirkan Fasilitas Istirahat dan Promo BBM di MyPertamina

Pada momen mudik dan arus balik lebaran, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan berbagai layanan tambahan bagi masyarakat, seperti Serambi MyPertamina yang hadir di sejumlah titik strategis jalur mudik sebagai tempat beristirahat yang nyaman bagi pemudik dengan fasilitas gratis yang dapat dinikmati masyarakat cukup dengan mengunduh aplikasi MyPertamina.

Pertamina Patra Niaga pun menghadirkan berbagai promo pembelian BBM dan LPG hemat melalui aplikasi MyPertamina untuk membantu masyarakat, termasuk para pemudik, agar dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman sekaligus lebih hemat.

"Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, aparat, para pemangku kepentingan, serta seluruh masyarakat yang turut menjaga kelancaran distribusi energi. Dengan sinergi dan dukungan bersama, Pertamina Patra Niaga akan terus memberikan layanan sepenuh hati demi memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik," pungkas Roberth.


ESDM Pastikan Stok BBM Subsidi Aman

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin stok BBM bersubsidi masih aman dan haganya tidak akan naik di tengah dinamika konflik Timur Tengah, yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia.

Anggia menegaskan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun telah menyampaikan pesan serupa, bahwasanya harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini.

Harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ucap Anggia.

Selain memastikan keamanan stok BBM, lanjut dia, pemerintah juga memastikan agar distribusi BBM ke daerah berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sumber: cnbcindonesia.com/Antara

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال