Sejarah Bubur Samin : Takjil Legendaris Ramadhan di Solo, Dibawa oleh Para Perantau Banjar

 

RAMAI: Pembagian bubur samin khas Kota Solo di Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan - Foto Dok Nett 


BORNEOTREND.COM, JATENG- Bubur samin merupakan sajian kuliner legendaris khas Kota Solo yang selalu dinanti saat bulan Ramadan.

Terbuat dari beras, rempah, sayuran, dan daging sapi, bubur ini memiliki cita rasa gurih khas minyak samin berwarna kekuningan.

Setiap Ramadan, warga Solo dan sekitarnya berburu takjil ini di Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan.

Sejarah Bubur Samin di Solo

Meskipun identik dengan Solo, bubur samin sebenarnya berasal dari Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tradisi ini dibawa oleh para perantau Banjar yang menetap di Solo sekitar tahun 1980.

Awalnya, bubur samin dibuat sebagai pengobat rindu terhadap kampung halaman dan untuk mempererat tali persaudaraan komunitas Banjar di perantauan.

Pada 1986, tradisi pembagian bubur samin kepada masyarakat umum dimulai di Masjid Darussalam.

Sejak itu, setiap Ramadan, bubur ini dibagikan secara gratis sebagai bentuk berbagi kepada warga, termasuk yang tidak berpuasa.

Proses Pembuatan Bubur Samin

Pembuatan bubur samin dilakukan dalam jumlah besar, menggunakan 45-50 kg beras untuk menghasilkan sekitar 1.300 porsi.

Proses dimulai pukul 11.30 hingga 15.00 oleh juru masak masjid, melibatkan beberapa pria dewasa untuk terus mengaduk agar bubur tidak mengendap.

Bubur samin dibuat dari beras, daging sapi atau ayam, susu cair, santan, bawang merah, bawang putih, kayu manis, pala, kapulaga, jahe, lengkuas, cengkeh, dan minyak samin.

Proses memasak memakan waktu 2-3 jam, dan bubur selalu disajikan dengan topping seperti kacang tanah goreng, ikan teri, tomat, atau telur.

Distribusi dan Popularitas

Setiap harinya, 1.100 porsi bubur dibagikan untuk masyarakat umum dan 200 porsi untuk jamaah Masjid Darussalam.

Warga datang membawa wadah sendiri untuk menampung bubur, dan tradisi ini tetap terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang agama.

Pemerintah Kota Solo juga ikut mendukung dengan menyediakan bantuan beras sebanyak 1,5 ton dalam beberapa tahun terakhir.

Antrean warga tidak hanya dari Solo, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, dan Semarang.

Bubur samin menjadi simbol toleransi, solidaritas, dan semangat berbagi pada bulan Ramadan.

Resep Bubur Samin untuk Dicoba di Rumah

Untuk 12 porsi, bahan yang digunakan meliputi:

  • 2 cangkir beras
  • 4 sdm bumbu nasi samin instant
  • 350 ml susu cair
  • 500 ml air kaldu sapi/ayam
  • 200 gram daging sapi/ayam
  • 4 siung bawang putih, 6 siung bawang merah
  • 1/4 sdt pala, jintan, cengkeh, kayu manis bubuk
  • 1 sdt bumbu kari bubuk
  • 5 sdm minyak samin
  • 3 sdm margarin
  • Bumbu penyedap dan lada secukupnya
  • Topping opsional: kacang goreng, ikan teri, tomat, telur, olive oil.

Cara membuat:

  1. Blender semua bumbu dengan minyak samin hingga halus.
  2. Tumis bumbu hingga matang.
  3. Rebus beras dengan susu, margarin, bumbu, kaldu, daging, dan penyedap. Aduk hingga menjadi bubur.
  4. Tambahkan topping sesuai selera. Bubur samin siap disajikan.

Sumber: solo.tribunnews.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال