DLH Banjarbaru Pangkas 58 Pohon dan Tebang 36 Pohon Rawan Tumbang Sepanjang 2026

PENEBANGAN: Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru melakukan penebangan puluhan pohon tua dan berstatus rawan - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru mengintensifkan kegiatan pemangkasan dan penebangan pohon tua maupun rawan tumbang di sejumlah titik di Kota Banjarbaru. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarbaru terkait antisipasi potensi bahaya dari pohon lapuk.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarbaru, Dr. Hafid, menjelaskan penanganan pohon dilakukan melalui dua pendekatan, yakni berdasarkan permohonan masyarakat serta hasil survei lapangan. Secara regulasi, DLH bertugas menangani pohon di jalur hijau, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan warga.

“Kalau ada permohonan masyarakat dan memang berpotensi membahayakan, maka kami tindak lanjuti. Selain itu, kami juga melakukan survei untuk memetakan pohon-pohon tua dan kering yang rawan tumbang,” ujarnya.

Saat ini, survei difokuskan di wilayah Cempaka dan Landasan Ulin, dengan temuan terbanyak berada di kawasan Landasan Ulin. Dalam beberapa hari terakhir, penanganan telah dilakukan di sejumlah titik di Cempaka, antara lain di depan gardu induk yang terdapat pohon pinus besar dalam kondisi kering dan lapuk.

Penanganan juga dilakukan di area Puskesmas Cempaka Rawat Inap karena pohon trembesi dan ketapang berpotensi merusak bangunan. Selain itu, DLH menangani pohon rawan di belakang kolam renang dekat Masjid Muhajirin, Lapangan Merdeka yang terdapat pohon pinus kering di area lapangan sepak bola, serta di samping Bank Mandiri.

Langkah antisipatif tersebut diambil menyusul beberapa kejadian pohon tumbang yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. DLH juga tengah melakukan pemetaan pohon rawan tumbang di sepanjang jalan utama, termasuk kawasan Trikora.

Ke depan, DLH menyiapkan program peremajaan pohon yang direncanakan mulai dilaksanakan setelah Lebaran.

“Pohon yang ditebang akan diganti dengan tanaman baru. Khusus untuk trembesi, secara bertahap akan diganti dengan jenis yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi perkotaan seperti jenis pohon tanjung,” jelasnya.

Menurut Hafid, pohon trembesi menjadi perhatian khusus karena karakter akarnya tidak menghujam kuat ke dalam tanah sehingga lebih rentan tumbang saat cuaca ekstrem.

Selain penanganan darurat, DLH tetap menjalankan pemangkasan rutin di sepanjang Jalan Ahmad Yani guna menjaga estetika dan keselamatan pengguna jalan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selektif dalam menanam pohon di lingkungan masing-masing.

“Pilih tanaman yang aman seperti angsana atau mahoni. Hindari menanam pohon besar yang berpotensi membahayakan rumah atau lingkungan sekitar,” imbaunya.

Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 58 pohon telah dipangkas dan 36 pohon ditebang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menjaga keselamatan warga sekaligus mewujudkan kota yang aman, tertata, dan tetap hijau.

Penulis: P. Silitonga 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال