Karhutla Banjarbaru, PMI Kalsel Kirim Air Bersih dan Oksigen Gratis

AKSI SOSIAL: PMI Kalsel mengarahkan armada serta relawan membantu masyarakat yang terdampak karhutla di Banjarbaru - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan mengerahkan armada dan relawan untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap. Bantuan mencakup distribusi air bersih hingga penyediaan tabung oksigen bagi warga yang membutuhkan.

Ketua PMI Kalsel Gusti Iskandar mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi dampak karhutla.

Tiga unit armada tangki air dan dua unit ambulans telah disiagakan untuk mendukung distribusi air bersih, pemadaman hingga penanganan kondisi darurat.

“Kita mengerahkan relawan berbasis masyarakat dan pengurus untuk langsung turun ke lapangan. Saat ini tiga unit armada tangki air dan dua unit ambulans sudah kita siagakan dan terjunkan untuk membantu distribusi air bersih, pemadaman, hingga penanganan darurat,” ujar Gusti Iskandar, Kamis (20/8/2026).

PMI Kalsel juga berkolaborasi dengan BPBD Kalsel melalui posko bersama yang telah berjalan sekitar 20 hari atau hampir satu bulan.

Selain membantu penanganan di lapangan, PMI memberikan perhatian khusus terhadap dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla, terutama berkaitan dengan meningkatnya penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen masyarakat, PMI Kalsel menyiapkan posko khusus yang melayani warga melalui skema karantina ringan maupun pengantaran langsung ke rumah.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan oksigen, kita siapkan posko penanganannya. Jika ada warga yang tidak memungkinkan datang, petugas dan relawan kita yang akan membawakan tabung oksigen langsung ke rumah warga. Posko ini akan terus standby sampai situasi benar-benar mereda,” katanya.

Gusti yang juga anggota DPRD Provinsi Kalsel menekankan penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman. Menurutnya, kesiapan pemerintah dalam menangani dampak kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Mitigasi pemadaman itu wajib, tetapi kesiapan penanganan kesehatan masyarakat juga menjadi hal pokok yang harus disiapkan pemerintah. Prinsipnya kita saling bahu-membahu dan bergotong royong melengkapi keterbatasan di lapangan,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau ladang yang berpotensi memperparah kabut asap dan berdampak terhadap kesehatan publik.

“Situasi ini cukup sulit bagi masyarakat. Karena itu kami mengimbau agar jangan ada lagi yang membakar ladang atau lahan karena dampaknya sangat berbahaya,” pungkasnya.

Penulis: P. Silitonga 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال