Wabup Pulang Pisau Buka Lomba Sepak Sawut, Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Dayak

 

RAMAI: Aktifitas permainan lomba Sepak Sawut yang menjadi salah satu rangkaian Handep Hapakat Fair dalam peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (7/7/2026) - Foto Dok Nett


BORNEOTREND.COM, KALTENG- Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta secara resmi membuka lomba Sepak Sawut yang menjadi salah satu rangkaian Handep Hapakat Fair dalam peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (7/7/2026).

Ahmad Jayadikarta mengatakan, Sepak Sawut merupakan permainan tradisional asli masyarakat Dayak yang memiliki nilai budaya tinggi dan perlu terus dilestarikan.

"Sepak Sawut adalah bagian dari permainan asli masyarakat Dayak yang harus kita jaga dan terus kita rawat sebagai bagian dari seni budaya daerah," katanya.


Sepak Sawut merupakan permainan tradisional menggunakan bola yang terbuat dari sabut kelapa dan dibakar sebelum dimainkan. Meski terlihat ekstrem, permainan ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak.

Secara historis, Sepak Sawut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dimainkan pada malam hari untuk menghibur keluarga yang sedang berduka serta menjadi bagian dari ritual penolak bala atau mengusir roh jahat.

Selain memiliki nilai historis, permainan ini juga mengandung filosofi tentang keberanian, ketahanan fisik, kerja sama tim, dan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak.

Melalui perlombaan yang digelar dalam Handep Hapakat Fair, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap Sepak Sawut tetap lestari dan semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai salah satu warisan budaya daerah.

Sumber: Nett

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال