![]() |
BERI KETERANGAN: Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK memberikan keteragan kepada wartawan - Foto Muchroni |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan akan mengusulkan kepada PLN Pusat agar mengganti General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng apabila target penyelesaian kerusakan pembangkit listrik kembali meleset dan pemadaman bergilir masih terus terjadi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dengan agenda Penyampaian KUPA dan PPAS Perubahan APBD Provinsi Kalimantan Selatan TA 2026, Selasa (28/7/2026).
Karena menghadiri rapat paripurna, Gubernur mengutus Kepala BIN Daerah Kalsel, Kombes Pol Sentot Adi Dharmawan, S.I.K., M.H untuk menemui PLN, dimana pihak PLN memaparkan penyebab terjadinya pemadaman bergilir, ternyata akibat adanya kebocoran boiler pada pembangkit di Murung Raya, Kalimantan Tengah, serta kerusakan generator di PLTU Asam-Asam.
Menurut Muhidin, pihak PLN Kalselteng menyampaikan bahwa kebocoran boiler di Murung Raya dan peralatan di Tanjung ditargetkan selesai pada awal Agustus 2026.
Sementara itu, perbaikan generator di PLTU Asam-Asam diperkirakan baru dapat diselesaikan pada 25 Agustus 2026 atau menjelang akhir Agustus.
"Masalah PLN, peralatan Tanjung dan kebocoran boiler di Murung Raya itu awal Agustus. Tetapi kerusakan PLTU di Asam-Asam itu tanggal 25 Agustus bisa diselesaikan. Jadi akhir Agustus itu insya Allah sudah baik, karena memang yang rusak adalah generator," ujar Muhidin didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK.
Gubernur berharap PLN dapat memenuhi komitmen tersebut sehingga masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman listrik bergilir yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, ia juga memberikan peringatan tegas. Apabila janji penyelesaian perbaikan tidak terealisasi sesuai target, Muhidin akan mengusulkan kepada PLN Pusat agar melakukan evaluasi terhadap General Manager PLN Kalselteng, Iwan Soelistijono.
"Kalau janji itu kembali meleset, saya akan mengusulkan kepada PLN Pusat agar GM PLN Kalselteng diganti karena dianggap tidak mampu mengatasi persoalan pemadaman bergilir," tegasnya.
Muhidin berharap seluruh proses perbaikan pembangkit dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali normal pada akhir Agustus.
Penulis: Muchroni
