Seleksi Taruna Politeknik Agraria STPN 2026 Diwarnai Semangat Pengabdian Generasi Muda

RAMAI: Pelaksanaan seleksi Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 - Foto Dok Istimewa 

BORNEOTREND.COM, JABAR - Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 tidak hanya menjadi ajang mencari calon mahasiswa terbaik, tetapi juga memperlihatkan semangat pengabdian generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan Indonesia melalui bidang pertanahan dan tata ruang.

Sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi yang diselenggarakan Politeknik Agraria STPN di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Para peserta memperebutkan kesempatan menjadi taruna dan taruni yang dipersiapkan sebagai sumber daya manusia unggul di sektor pertanahan dan tata ruang.

Salah seorang peserta, Aditya Rahman asal Bandung, Jawa Barat, mengaku optimistis mengikuti seleksi karena ingin berkontribusi dalam pengembangan tata ruang di Indonesia.

Calon taruna yang memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) itu menilai Indonesia memiliki potensi wilayah yang besar sehingga membutuhkan penataan ruang yang berkualitas demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Saya tetap semangat dan optimistis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ujarnya.

Untuk mempersiapkan diri, Aditya mempelajari materi matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior agar lebih siap menghadapi seleksi.

Semangat serupa ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana asal Karawang, Jawa Barat. Ia memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) karena menilai bidang pertanahan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

"Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam," katanya.

Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin dan mengerjakan berbagai latihan soal. Menurutnya, tantangan terbesar saat mengikuti seleksi bukanlah tingkat kesulitan soal, melainkan bagaimana mengatasi rasa gugup.

"Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimistis dan berusaha tetap percaya diri," ungkapnya.

Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) akan melanjutkan ke tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum diumumkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.

Sumber: Rilis ATR/BPN 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال