BORNEOTREND.COM, KALSEL - Pemerintah Kabupaten Balangan mulai menyusun arah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 menyusul penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat. Dampaknya, kemampuan APBD Balangan diproyeksikan turun sekitar 1,25 persen dibandingkan perencanaan sebelumnya.
Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Balangan di Paringin, Senin (20/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan Fakhriyanto membacakan pidato Bupati Balangan H. Abdul Hadi yang memaparkan arah kebijakan perubahan anggaran daerah.
Dalam pidato tersebut dijelaskan, perubahan KUA-PPAS dilakukan sebagai respons atas kebijakan pemerintah pusat yang menyesuaikan dana transfer ke daerah. Salah satu kebijakan tersebut adalah pemotongan dana desa untuk mendukung program cicilan Koperasi Desa Merah Putih.
Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran Kabupaten Balangan sebesar Rp54 miliar.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Balangan tetap optimistis dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun secara keseluruhan, kemampuan APBD Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mengalami penurunan sekitar 1,25 persen, sehingga diperlukan penyesuaian belanja daerah secara selektif.
"Pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian anggaran secara selektif dengan tetap memprioritaskan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," demikian isi pidato Bupati yang dibacakan Sekda Fakhriyanto.
Pemerintah daerah menegaskan, penyesuaian anggaran tersebut tidak akan mengurangi komitmen dalam mencapai target pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Balangan Tahun 2026.
Fokus pembangunan tetap diarahkan pada peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam rancangan perubahan tersebut, enam prioritas pembangunan Kabupaten Balangan Tahun 2026 tetap menjadi acuan, yakni pengembangan infrastruktur desa dan perkotaan, penataan kawasan kota, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata dan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan kehidupan sosial yang harmonis, serta peningkatan kualitas birokrasi yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menutup pidato Bupati, Sekda Fakhriyanto mengajak DPRD bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan fiskal daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar berbagai program prioritas tetap berjalan optimal meski ruang fiskal mengalami penyesuaian.
Pemerintah Kabupaten Balangan optimistis, melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan kerja sama seluruh pihak, pembangunan daerah tetap berlanjut serta mampu menghadirkan manfaat yang merata bagi masyarakat.
Penulis: Sri Mulyani
