Persis Solo 'Rasa’ Persija: Fandi Ahmad Muzaki Resmi Bergabung, Susul Ricky Nelson

Fandi Ahmad Muzaki – Foto Radar Semarang


BORNEOTREND.COM, SOLO - Calon lawan PS Barito Putera di Grup Timur Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027, Persis Solo kembali mengumumkan sejumlah wajah baru yang akan menjadi bagian dari tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini.

Menariknya, sejumlah nama yang direkrut memiliki keterkaitan dengan Persija Jakarta sehingga membuat Persis Solo kini semakin identik dengan klub ibu kota tersebut.

Setelah lebih dulu menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala, Persis Solo kembali melengkapi komposisi tim dengan menghadirkan tiga anggota staf kepelatihan sekaligus serta satu pemain muda berbakat yang sebelumnya memperkuat Persija Jakarta U-20.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi manajemen untuk membangun fondasi tim yang lebih solid demi mewujudkan target kembali promosi ke Liga 1.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Fandi Ahmad Muzaki. Pemain muda yang pernah membela Persija Jakarta U-20 tersebut resmi bergabung dengan Persis Solo setelah sebelumnya juga menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-17.

Kehadirannya diharapkan mampu menambah kualitas sekaligus memberikan energi baru bagi skuad Laskar Sambernyawa yang tengah menjalani proses pembentukan tim.

Bergabung dengan klub sebesar Persis Solo menjadi pengalaman baru bagi Fandi Ahmad Muzaki. Pemain muda tersebut mengaku memiliki motivasi besar untuk membantu tim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ia juga ingin memanfaatkan kesempatan bermain bersama para pemain senior sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas permainannya.

"Target saya di sini membawa Persis naik lagi ke Liga 1. Dan semoga dengan kekompakan tim dan kerja keras tiap pemain, target ini bisa tercapai," ucap Fandi, Selasa (7/7/2026).

Optimisme tersebut menunjukkan besarnya tekad pemain muda itu untuk memberikan kontribusi maksimal sejak musim pertamanya bersama Persis Solo.

Dengan usia yang masih muda, Fandi diharapkan mampu berkembang lebih cepat di bawah arahan jajaran pelatih baru yang kini dimiliki Laskar Sambernyawa.

Tak hanya fokus terhadap target tim, Fandi juga menyampaikan harapannya kepada para suporter Persis Solo agar terus memberikan dukungan secara langsung dari tribun stadion.

Menurutnya, kehadiran para pendukung memiliki pengaruh besar terhadap semangat juang para pemain selama pertandingan berlangsung.

"Perasaan sangat senang karena nanti bisa bermain bersama senior dan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik."

"Dan buat suporter, dukungan kami di lapangan karena dukungan kalian menjadi penyemangat buat kami bertanding di lapangan," tandasnya.

Dukungan suporter memang menjadi salah satu kekuatan utama Persis Solo selama ini. Atmosfer yang diciptakan pendukung setia Laskar Sambernyawa sering kali menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal dalam setiap pertandingan, baik kandang maupun tandang.

Selain mendatangkan pemain baru, Persis Solo juga memperkuat sektor kepelatihan. Manajemen resmi menunjuk tiga nama untuk mendampingi Ricky Nelson selama mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Mereka adalah Nurcholis Majid dan Febi Aji yang dipercaya sebagai asisten pelatih, sedangkan mantan kiper Timnas Indonesia Hendro Kartiko mendapat tanggung jawab sebagai pelatih penjaga gawang.

Kehadiran ketiga pelatih tersebut semakin memperlihatkan keseriusan Persis Solo dalam membangun tim yang kompetitif. Pengalaman yang dimiliki masing-masing sosok diharapkan mampu mempercepat proses pembentukan skuad sehingga Persis bisa langsung bersaing memperebutkan tiket promosi ke Liga 1.

Penunjukan Ricky Nelson sebagai pelatih kepala sebelumnya juga menjadi sinyal bahwa manajemen ingin menghadirkan perubahan signifikan setelah klub harus terdegradasi ke kompetisi kasta kedua.

Kini, dengan komposisi staf pelatih yang lebih lengkap, proses latihan maupun pengembangan pemain diperkirakan akan berjalan lebih optimal.

Nurcholis Majid mengaku sangat antusias dapat kembali menjadi bagian dari keluarga besar Persis Solo. Baginya, klub ini memiliki sejarah panjang dan basis suporter yang luar biasa sehingga layak kembali berada di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen tim memiliki satu tujuan yang sama, yakni membawa Persis Solo kembali ke Liga 1 hanya dalam waktu satu musim. Target tersebut menjadi motivasi utama sejak awal persiapan tim menghadapi musim kompetisi baru.

"Kami akan berusaha untuk bagaimana mengembalikan lagi kejayaan Persis Solo. Mudah-mudahan hanya satu musim di Liga 2 dan tahun depan kami bisa promosi di Liga 1," kata Nurcholis.

Pernyataan tersebut mencerminkan ambisi besar yang diusung jajaran pelatih Persis Solo. Mereka menyadari bahwa ekspektasi suporter sangat tinggi sehingga seluruh tim harus bekerja keras sejak awal musim agar mampu bersaing di papan atas klasemen.

Semangat serupa juga diungkapkan oleh Febi Aji. Menurutnya, seluruh staf pelatih memiliki komitmen penuh untuk mengembalikan Persis Solo ke tempat yang semestinya. Ia memastikan semua anggota tim kepelatihan akan memberikan kemampuan terbaik demi mewujudkan target promosi.

"Mudah-mudahan saya bisa kerja keras untuk tim ini supaya bisa mengembalikan lagi ke Liga 1. Kami jajaran kepelatihan akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hal itu," ujarnya.

Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa proses persiapan Persis Solo tidak dilakukan secara setengah-setengah. Seluruh elemen tim kini fokus membangun fondasi permainan yang kuat agar mampu tampil konsisten sepanjang musim Pegadaian Championship 2026/2027.

Sementara itu, Hendro Kartiko juga menyampaikan rasa bangganya setelah dipercaya menjadi bagian dari tim kepelatihan Persis Solo. Sebagai mantan penjaga gawang Timnas Indonesia yang memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola nasional, kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas para kiper Laskar Sambernyawa.

Pengalaman Hendro selama berkarier sebagai pemain maupun pelatih dinilai menjadi modal penting dalam membentuk lini pertahanan Persis Solo.

Posisi penjaga gawang merupakan salah satu sektor vital yang sangat menentukan hasil pertandingan, sehingga kehadiran pelatih berpengalaman menjadi nilai tambah bagi tim.

Masuknya Fandi Ahmad Muzaki serta tiga pelatih baru semakin mempertegas arah pembangunan skuad Persis Solo. Manajemen tampaknya tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga mulai menyiapkan regenerasi pemain dengan memberikan kesempatan kepada talenta muda yang memiliki potensi berkembang di masa depan.

Keputusan merekrut pemain muda jebolan Persija Jakarta U-20 sekaligus mantan anggota Timnas Indonesia U-17 juga menunjukkan bahwa Persis ingin memiliki keseimbangan antara pemain muda dan pemain senior.

Kombinasi tersebut diharapkan mampu menciptakan persaingan sehat di dalam tim sekaligus meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.

Di sisi lain, keberadaan Ricky Nelson bersama sejumlah staf pelatih yang sebagian memiliki latar belakang Persija Jakarta membuat publik menilai Persis Solo kini memiliki nuansa baru.

Kesamaan latar belakang tersebut diyakini akan mempermudah proses adaptasi dalam membangun filosofi permainan dan komunikasi antarpelatih.

Musim Pegadaian Championship 2026/2027 menjadi tantangan besar bagi Persis Solo. Status sebagai salah satu klub besar dengan sejarah panjang membuat target promosi menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, seluruh proses pembentukan tim dilakukan sejak awal agar ketika kompetisi dimulai, Laskar Sambernyawa sudah memiliki kesiapan yang maksimal.

Dengan kombinasi pemain muda potensial, pelatih berpengalaman, serta dukungan besar dari suporter, Persis Solo berharap mampu kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola Indonesia.

Ambisi kembali ke Liga 1 menjadi target utama yang terus digaungkan oleh manajemen, pelatih, maupun para pemain sejak awal persiapan musim ini.

Kini, publik tinggal menantikan bagaimana racikan Ricky Nelson bersama Nurcholis Majid, Febi Aji, Hendro Kartiko, serta para pemain baru mampu membawa Persis Solo kembali bersaing di papan atas Pegadaian Championship 2026/2027.

Jika proses adaptasi berjalan sesuai rencana dan seluruh elemen tim mampu menjaga konsistensi performa, peluang Laskar Sambernyawa untuk kembali ke Liga 1 tentu akan semakin terbuka lebar

Sumber: Radar Semarang

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال