![]() |
KERING: Lahan persawahan milik petani mengalami kekeringan akibat musim kemarau – Foto liputan6.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Meski sudah memasuki musim kemarau, namun mayoritas wilayah di Indonesia diprediksi masih mengalami curah hujan rendah dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, kondisi ini dipengaruhi iklim global yang berpotensi mengurangi pembentukan hujan di wilayah Indonesia.
"Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca Indonesia secara umum diprakirakan masih didominasi curah hujan rendah," kata Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani dikutip Republika, Jumat (17/7/2026).
Pada Dasarian II Juli 2026, Andri menjelaskan sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan rendah, 8,52 persenberada pada kategori menengah, dan hanya 0,03 persen pada kategori tinggi.
"Curah hujan rendah diprakirakan meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua," ujar Andri.
Kondisi iklim global juga cenderung masih berpotensi mengurangi pembentukan hujan di wilayah Indonesia. Andri menjelaskan Indeks Nino3.4 relatif mingguan masih menunjukkan nilai sebesar +1,47 dengan 30-days running average SOI yang juga sebesar -27,4. Indeks Nino3.4 dan SOI tersebut terus mengalami signifikansi sejak pertengahan Mei.
"Dan diprediksi akan mencapai El Nino kuat pada tahun 2026 ini," ujar Andri.
Meskipun fenomena global cenderung mengindikasikan potensi pembentukan awan hujan yang minim, spasial Madden-Julian Oscillation (fenomena gelombang atmosfer skala besar) diprediksi aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, sehingga mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial (fenomena dinamika atmosfer) diprakirakan aktif di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Samudra Pasifik utara Papua.
"Didukung dengan potensi pembentukan belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat, potensi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia masih ada," ujar Andri.
Oleh karena itu, BMKG meramalkan cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sumber: republika.co.id

