Oleh: Auliatul Inayah (Peserta LK II Cabang Amuntai)
Asal Cabang: Barabai
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa tujuan yang sulit ditolak: anak memperoleh makanan yang lebih baik agar mampu tumbuh dan belajar dengan sehat. Masalahnya, pemerintah terlihat terlalu sibuk membanggakan jumlah porsi, dapur, dan penerima manfaat.
ANTARA pada Mei 2026 memberitakan bahwa lebih dari delapan miliar porsi telah dibagikan sejak program dimulai dan sekitar 60 juta porsi disalurkan setiap hari. Angka itu memang besar, tetapi jumlah makanan yang dibagikan bukan bukti bahwa masalah gizi sudah berkurang.
Sebuah kotak dapat tercatat sebagai porsi yang berhasil disalurkan meskipun datang terlambat, tidak disukai, atau akhirnya tersisa. Jika ukuran keberhasilan berhenti pada berapa banyak makanan keluar dari dapur, MBG akan tampak berhasil di laporan, tetapi belum tentu berhasil di tubuh anak.
Pemerintah seharusnya lebih berhati-hati menggunakan angka besar sebagai tanda keberhasilan karena yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar banyaknya porsi, melainkan hasil yang nyata.
Data evaluasi yang dikutip ANTARA menunjukkan bahwa siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025.
Kenaikan ini positif, tetapi tetap berarti sekitar tiga dari sepuluh siswa belum menghabiskan makanannya. Keadaan tersebut tidak cukup dijawab dengan menyalahkan anak karena dianggap pilih-pilih.
Bisa saja porsinya tidak sesuai usia, rasa makanan kurang cocok, menu terlalu seragam, atau kondisi makanan berubah selama perjalanan. Di Barabai, bahan pangan dan kebiasaan makan anak tentu tidak selalu sama dengan wilayah lain.
Namun, program berskala nasional mudah terjebak pada pola satu menu untuk banyak keadaan. Ketika menu disusun terutama untuk memenuhi tabel gizi, tetapi tidak mempertimbangkan penerimaan anak, makanan bergizi hanya akan berakhir sebagai sisa.
Kritik paling mendasar terhadap MBG adalah program ini masih lebih kuat mengatur apa yang harus diterima anak daripada mendengar apa yang benar-benar dapat mereka makan.
Pemerintah juga sering menyebut MBG membantu konsentrasi dan kemampuan belajar. Klaim tersebut masuk akal, tetapi tidak boleh diterima tanpa pengukuran yang terbuka.
Konsentrasi dipengaruhi banyak hal, seperti tidur, kondisi psikologis, suasana kelas, kesehatan, dan cara mengajar. Karena itu, pemerintah perlu menunjukkan data sebelum dan sesudah MBG: apakah kehadiran siswa membaik, keluhan lapar berkurang, anemia menurun, dan hasil belajar meningkat.
Sampai ukuran semacam itu tersedia secara rutin, keberhasilan MBG masih terlalu banyak bertumpu pada cerita siswa senang menerima makanan dan foto pembagian yang tertib.
Cerita positif tetap penting, tetapi tidak cukup untuk menilai program yang memakai anggaran sangat besar. Tanpa evaluasi hasil, MBG berisiko berubah menjadi kegiatan logistik raksasa yang sangat mahir mengirim kotak makanan, tetapi belum mampu menjelaskan perubahan gizi yang dihasilkan.
MBG tidak harus dihentikan, tetapi perlu berhenti mengejar perluasan seolah-olah semakin banyak selalu berarti semakin baik. Lebih masuk akal memperbaiki kualitas dapur, menyesuaikan menu, mendengar siswa, dan mengukur dampak sebelum terus menambah target.
Sekolah dan orang tua harus memiliki ruang untuk menilai makanan serta melaporkan masalah tanpa dianggap menyerang program. Setiap daerah juga perlu menerbitkan informasi sederhana tentang makanan yang habis, jumlah sisa, keluhan, dan perubahan kondisi penerima.
Kritik seperti ini bukan penolakan terhadap gizi anak. Justru, kritik diperlukan agar kepentingan anak tidak tertutup oleh ambisi memperbesar angka. Jika pemerintah terus memakai jumlah porsi sebagai ukuran utama, MBG akan berhasil sebagai program pembagian makanan, tetapi belum tentu berhasil sebagai program perbaikan gizi.
Anak tidak membutuhkan rekor distribusi; mereka membutuhkan makanan yang benar-benar dimakan, aman, dan memberi perubahan.
DAFTAR REFERENSI
- ANTARA. (2026, 12 Mei). Wamenkes: Delapan miliar lebih porsi MBG dibagikan sejak Januari 2025.
- ANTARA. (2026, 13 Mei). 1.738 SPPG ditangguhkan per 12 Mei 2026 untuk perbaiki kualitas MBG.
