BORNEOTREND.COM, KALSEL - Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (17/7/2026) untuk monitoring pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekarsari.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Achmad Maulana, dan diterima Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Ryan Tirta Nugraha, bersama Kepala Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Ir. H. Siddiq Wahyu Pamungkas, S.T., M.T., beserta jajaran.Selain meninjau progres pembangunan, Komisi III juga menerima paparan mengenai kesiapan operasional IPA Mekarsari.
H. Achmad Maulana menyampaikan bahwa pembangunan IPA Mekarsari merupakan bagian dari penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula melalui sinergi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, proyek ini menjadi langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Pembangunan ini bertitik tolak dari kerja sama penyelesaian SPAM Banjarbakula dengan Kabupaten Barito Kuala. Alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan karena persoalan air bersih merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat di kawasan Banjarbakula,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan dimulai pada 2024, dilanjutkan penyelesaian konstruksi utama pada 2025, dan pada 2026 dilakukan penyempurnaan berupa pekerjaan paving di kawasan instalasi. Pembangunan pada 2024–2025 didanai APBN, sedangkan penyelesaian fasilitas pendukung pada 2026 mendapat dukungan APBD Provinsi Kalimantan Selatan.
IPA Mekarsari ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan kapasitas melayani sekitar 4.000 Sambungan Rumah (SR) di Kecamatan Tamban, Mekarsari, dan Tabunganen. Namun demikian, H. Achmad Maulana menekankan pentingnya koordinasi antara BPAM Banjarbakula dan PDAM Kabupaten Barito Kuala agar kesiapan instalasi diimbangi dengan kesiapan jaringan distribusi.
“Jangan sampai instalasinya sudah siap melayani 4.000 sambungan rumah, tetapi jaringan perpipaan menuju rumah warga belum siap. Distribusi air harus benar-benar memadai agar pelayanan dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Ryan Tirta Nugraha berharap dukungan Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berlanjut agar pembangunan infrastruktur air minum di Kalimantan Selatan memperoleh dukungan pendanaan dari Pemerintah Pusat.
“Kami berharap dukungan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berlanjut sehingga pendanaan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat diperoleh. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan air bersih untuk mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kalimantan Selatan dapat terwujud,” katanya.
Menutup kegiatan, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi progres pembangunan IPA Mekarsari dan berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target sehingga fasilitas ini dapat beroperasi pada 2027. Kehadiran IPA Mekarsari diharapkan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Tamban, Mekarsari, dan Tabunganen, sekaligus memperkuat sistem penyediaan air minum regional Banjarbakula.
Sumber: DPRD Kalsel

