Persis Solo Ditinggal Arkhan Kaka, Riyandi, hingga Sutanto Tan Usai Degradasi ke Liga 2

Bomber muda Timnas Indonesia U-20, Arkhan Kaka – Foto bola.com


BORNEOTREND.COM, SOLO - Setelah turun kasta ke Liga 2 atau Pegadaian Championship musim 2026/2027, Persis Solo ditinggal sejumlah pemain intinya. Mereka mengumumkan salam perpisahan, baik melalui media sosial pribadi maupun melalui pengumuman resmi klub. 

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah bomber muda Timnas Indonesia U-20, Arkhan Kaka. Penyerang berbakat tersebut mengunggah pesan emosional melalui akun Instagram pribadinya sebagai bentuk ucapan perpisahan kepada klub yang telah membesarkan namanya.

Unggahan tersebut langsung mendapat respons dari para pendukung Persis Solo. Banyak suporter mengaku sedih melihat pemain muda yang selama ini menjadi salah satu harapan masa depan klub akhirnya memilih mengakhiri kebersamaan.

"Sebuah kebanggaan terbesar pernah berada dan bisa bermain untuk klub yang saya cintai seutuhnya dan bermain di timnas untuk Solo," tulis Arkhan Kaka.

Kalimat singkat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perjalanan Arkhan Kaka bersama Persis Solo telah berakhir. Selama mengenakan seragam Laskar Sambernyawa, pemain muda tersebut berkembang menjadi salah satu penyerang potensial Indonesia dan berhasil menembus skuad Timnas Indonesia kelompok usia.

Keputusan Arkhan Kaka berpisah menambah panjang daftar pemain yang meninggalkan Persis Solo setelah klub asal Kota Bengawan itu harus menerima kenyataan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, kiper Timnas Indonesia Muhammad Riyandi juga telah menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh keluarga besar Persis Solo. Penjaga gawang yang bergabung sejak musim 2022/2023 itu mengaku memiliki banyak kenangan selama memperkuat klub tersebut.

Dalam pesan yang diunggahnya, Riyandi mengenang berbagai perjuangan, tantangan, hingga mimpi yang pernah dibangun bersama Persis Solo selama empat musim terakhir. Ia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan klub tersebut meski harus mengakhiri kebersamaan dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

Riyandi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub yang telah memberikan dukungan selama dirinya membela Persis Solo. Mulai dari suporter, pemilik klub, jajaran manajemen, staf pelatih hingga seluruh rekan setim disebut memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya.

"Saya Riyandi, ingin mengucapkan terima kasih sekaligus meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Persis Solo, terutama para suporter Laskar Sambernyawa, owner, manajemen, pelatih, serta seluruh rekan pemain yang selama ini sudah bekerja keras dan berjuang bersama," lanjutnya.

Riyandi juga menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu membawa Persis Solo mencapai target yang telah ditetapkan bersama. Meski demikian, ia memastikan seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik selama membela klub kebanggaan masyarakat Solo tersebut.

"Mohon maaf karena belum bisa mencapai target yang kita inginkan bersama dan belum bisa memberikan hasil terbaik untuk Persis Solo. Namun, saya percaya, sejatinya kita semua sudah memberikan yang terbaik dan berjuang sampai akhir," tulisnya.

Sebagai penutup, Riyandi menyampaikan doa dan harapan agar Persis Solo mampu segera bangkit dari keterpurukan. Ia berharap Laskar Sambernyawa dapat kembali ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Kepergian Muhammad Riyandi menjadi kehilangan besar bagi Persis Solo. Selama berseragam merah, ia beberapa kali menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang dan tampil konsisten dalam berbagai pertandingan penting.

Tidak hanya Arkhan Kaka dan Riyandi, Persis Solo juga resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang senior Sutanto Tan. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Rabu (24/6/2026).

Dalam unggahan tersebut, Persis Solo menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi pemain berusia 32 tahun tersebut selama empat musim terakhir.

"Sampai jumpa di lain kesempatan dan sukses selalu untuk karier ke depan! 🙌," tulis Persis Solo sambil mengunggah video kompilasi penampilan Sutanto Tan selama memperkuat Laskar Sambernyawa.

Sutanto Tan merupakan salah satu pemain yang ikut mengawal perjalanan Persis Solo sejak klub tersebut menjalani musim pertamanya di Liga 1 pada 2022/2023. Pengalamannya sebagai gelandang senior membuatnya beberapa kali dipercaya menjadi penyeimbang permainan tim di lini tengah.

Selama empat musim membela Persis Solo, pemain kelahiran Pekanbaru, 4 Mei 1994, tersebut mencatatkan total 87 penampilan di berbagai ajang kompetisi. Dari seluruh laga yang dijalani, Sutanto Tan berhasil menyumbangkan tiga gol untuk Laskar Sambernyawa.

Meski memiliki pengalaman yang cukup panjang bersama Persis Solo, performa Sutanto Tan tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa musim terakhir, ia harus bersaing ketat memperebutkan tempat di lini tengah sehingga lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Situasi tersebut membuat kontribusinya di lapangan mengalami penurunan dibandingkan musim-musim sebelumnya. Namun demikian, keberadaannya tetap menjadi salah satu sosok senior yang memberikan pengalaman bagi para pemain muda di dalam skuad.

Gelombang hengkangnya sejumlah pemain memperlihatkan bahwa Persis Solo sedang memasuki fase pembentukan tim baru setelah terdegradasi ke Liga 2 musim 2026/2027. Restrukturisasi skuad menjadi langkah yang hampir selalu dilakukan klub setelah mengalami perubahan kompetisi.

Manajemen Persis Solo diperkirakan akan bergerak aktif di bursa transfer untuk mencari pemain-pemain baru yang sesuai dengan kebutuhan tim. Selain mempertahankan beberapa pemain inti, klub juga harus mencari sosok yang mampu mengisi kekosongan setelah kepergian sejumlah nama penting.

Di sisi lain, para suporter berharap proses pembentukan skuad baru dapat berjalan maksimal sehingga Persis Solo mampu kembali bersaing di papan atas Liga 2. Target promosi ke kasta tertinggi tentu menjadi harapan utama seluruh pendukung Laskar Sambernyawa.

Kepergian Arkhan Kaka, Muhammad Riyandi, hingga Sutanto Tan menjadi bukti bahwa perubahan besar tengah terjadi di tubuh Persis Solo. Ketiganya memiliki cerita dan kontribusi berbeda selama membela klub, namun sama-sama meninggalkan kesan mendalam bagi para suporter.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah manajemen dalam menyusun komposisi pemain menghadapi musim baru. Bursa transfer masih berlangsung dan bukan tidak mungkin daftar pemain yang meninggalkan Persis Solo akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

Meski harus kehilangan sejumlah pemain penting, Persis Solo diharapkan mampu bangkit dan segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan dukungan penuh dari suporter Laskar Sambernyawa, perjalanan baru klub di Liga 2 musim 2026/2027 menjadi momentum untuk membangun kekuatan yang lebih solid demi mengembalikan kejayaan Persis Solo di pentas sepak bola nasional.

Sumber: Radar Semarang

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال