![]() |
RAIH MEDALI: Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) raih dua medali perak pada Kejurprov Catur Kalimantan Selatan 2026 – Foto Ist |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Keterbatasan anggaran tak menghalangi kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk mengukir prestasi pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kalimantan Selatan 2026 dengan meraih dua medali perak.
Pada kejuaraan yang berlangsung di Aula SMA Banua, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar pada 25–28 Juni tersebut, sebanyak 271 pecatur dari 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mengikuti 16 kategori pertandingan, mulai dari senior putra-putri, veteran, hingga kelompok Junior umur putra dan putri A sampai G.
Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, Kejurprov juga menjadi bagian dari penjaringan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta pembentukan tim Pra-PON Kalimantan Selatan.
Di tengah keterbatasan anggaran, keberangkatan 10 atlet HST ke Kejurprov bahkan harus lebih dahulu ditalangi menggunakan dana pribadi Ketua Percasi HST, H. Fachrin dan salah satu atlet berangkat serta tetap dapat mengikuti pertandingan.
Perjuangan itu pun membuahkan hasil. Kontingen HST berhasil membawa pulang dua medali perak melalui Ramia Nisa yang finis sebagai juara kedua kategori Senior Putri dan Nayra Mutiya yang meraih juara kedua kategori Putri U-15 / Joniur C. Mereka berdua lolos dan akan berangkat ke Kejurnas 2026 Oktober mendatang di Provinsi Banten.
Pada kategori Senior Putri, Ramia Nisa mengoleksi 16 poin dari tujuh babak pertandingan. Ia hanya kalah tie-break dari Helma Ghinaya yang keluar sebagai juara pertama. Sementara Nayra Mutiya tampil konsisten pada kategori Putri U-15 dengan meraih 12 poin dari lima babak pertandingan hingga mengamankan posisi runner-up.
Tak hanya meraih medali, HST juga berhasil meloloskan empat atlet ke Seleksi Tahap II Pembentukan Tim Pra-PON Kalimantan Selatan. Keempat atlet tersebut adalah Muhammad Athaillah, Aldi Rahman, dan Abdurrahman di kelompok putra, serta Ramia Nisa di kategori Senior Putri.
Peraih medali perak Senior Putri, Ramia Nisa, mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, persaingan pada Kejurprov berlangsung sangat ketat karena diikuti atlet-atlet terbaik dari seluruh Kalimantan Selatan.
"Alhamdulillah bisa meraih juara kedua. Persaingan sangat ketat dan setiap pertandingan memberikan pengalaman berharga. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi Kejurnas maupun tahapan seleksi berikutnya," ujar Ramia.
Ketua Percasi HST, H. Fachrin, mengatakan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet catur HST mampu bersaing di level provinsi meski harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas dan anggaran.
"Karena keterbatasan dana, keberangkatan kontingen sempat kami talangi lebih dulu menggunakan dana pribadi agar para atlet tetap bisa mengikuti Kejurprov. Alhamdulillah mereka mampu membalas kepercayaan itu dengan prestasi. Ini membuktikan atlet HST memiliki potensi besar apabila mendapat dukungan yang memadai," katanya.
Menurut Fachrin, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi perhatian seluruh pihak agar pembinaan olahraga catur di HST semakin mendapat dukungan.
"Kami berharap pembinaan atlet catur bisa terus ditingkatkan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet HST mampu bersaing, baik di tingkat provinsi maupun nantinya di tingkat nasional," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Percasi Kalimantan Selatan, H. Jahrian, memastikan para atlet berprestasi akan mendapat kesempatan tampil pada Kejuaraan Nasional.
"Kami akan memberangkatkan juara pertama dan kedua di setiap kategori ke Kejurnas dengan pembiayaan penuh dari Pengprov Percasi Kalimantan Selatan. Bahkan kami juga mengupayakan agar juara ketiga dapat ikut diberangkatkan. Kami berharap para atlet terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional," ujarnya.
Dengan raihan dua medali perak, dua tiket Kejurnas melalui Ramia Nisa dan Nayra Mutiya, serta empat atlet yang lolos ke Seleksi Tahap II Tim Pra-PON Kalimantan Selatan, kontingen HST membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi dan membawa nama daerah di ajang olahraga catur.
Penulis: Muhammad

