Deretan Capaian Kepemimpinan Satu Tahun Lisa Halaby - Wartono Menuju ‘Banjarbaru Emas’

 

SENYUM: Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama anak-anak sekolah - Foto Dok Istimewa


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Tepat satu tahun, minggu (21/6/2026) lalu menjadi awal dari arah pembangunan baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby dan Wakil Wali Kota Wartono.

Sejak resmi menjabat pada 21 Juni 2025, pasangan Lisa-Wartono membawa visi besar Banjarbaru Emas, yakni kota yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera.

Visi tersebut diwujudkan melalui empat misi utama, mulai dari pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan inovatif, hingga transformasi ekonomi yang menyejahterakan masyarakat.

Dalam kurun satu tahun, berbagai indikator pembangunan Kota Banjarbaru menunjukkan tren capain yang kian positif.

Capaian IPM Banjarbaru Tertinggi di Kalsel

SENYUM: Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby bersama ABK - Foto Dok Istimewa


Salah satu capaian paling menonjol terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banjarbaru yang berhasil mencapai angka 82,20 pada tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut menempatkan Kota Banjarbaru sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) sekaligus masuk kategori sangat tinggi secara nasional.

Tren peningkatan IPM Banjarbaru juga berlangsung konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, IPM Banjarbaru berada di angka 79,26, kemudian naik menjadi 79,68 pada 2022, meningkat lagi menjadi 80,11 pada 2023, lalu 80,51 pada 2024, hingga mencapai 82,20 pada tahun 2025.

Capaian itu juga berada jauh di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 76,10 dan rata-rata nasional sebesar 75,90.

Peningkatan IPM tersebut ditopang oleh kemajuan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat Kota Banjarbaru mencapai 11,07 tahun, sementara harapan lama sekolah berada di angka 14,87 tahun. Dari sektor kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Kota Banjarbaru mencapai 75,44 tahun. Sedangkan dari sisi ekonomi, pengeluaran per kapita masyarakat tercatat sebesar Rp15,361 juta.

Pertumbuhan Ekonomi di Kota Banjarbaru 

Selain pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi Banjarbaru juga menunjukkan performa yang kuat.

Pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kota Banjarbaru tercatat sebesar 6,49 persen atau menjadi yang tertinggi di tingkat kabupaten/kota se-Kalsel. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalsel sebesar 5,22 persen maupun nasional sebesar 5,11 persen.

Tiga sektor utama yang menjadi motor penggerak ekonomi Kota Banjarbaru yakni transportasi dan pergudangan dengan kontribusi sebesar 29,72 persen, sektor konstruksi sebesar 13,36 persen, serta sektor perdagangan sebesar 10,77 persen.

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Kian Menurun

Pemerintah Kota Banjarbaru juga berhasil menekan angka kemiskinan secara bertahap. Pada tahun 2021, angka kemiskinan Kota Banjarbaru berada di angka 4,40 persen. Angka tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai 3,44 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin di Banjarbaru saat ini tercatat sebanyak 11.065 jiwa. 

Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banjarbaru juga menunjukkan tren membaik. Pada tahun 2025, angka TPT turun menjadi 4,75 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 4,85 persen. Penurunan tersebut dinilai tidak lepas dari pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor ekonomi daerah yang terus dilakukan pemerintah kota.

Reformasi Birokrasi Meningkat dan Deretan Prestasi 

MENANG: Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby saat menerima penghargaan dari Kemendagri - Foto Dok Istimewa


Dari sisi tata kelola pemerintahan, capaian reformasi birokrasi Banjarbaru juga mengalami peningkatan signifikan. Nilai Indeks Reformasi Birokrasi Kota Banjarbaru pada tahun 2025 berhasil mencapai angka 83,36 atau masuk kategori A. Sementara nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) meningkat menjadi 68,91.

Peningkatan tersebut menjadi indikator penguatan birokrasi yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Satu tahun kepemimpinan Lisa-Wartono di Kota Banjarbaru juga ditandai dengan berbagai penghargaan tingkat regional maupun nasional.

Beberapa di antaranya yakni penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI, Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya, Sutami Award 2025 dari Kementerian PUPR RI, hingga Antasari Award 2026 kategori Wali Kota Perempuan Inspiratif. Di bidang pendidikan dan perlindungan anak, Banjarbaru juga berhasil meraih predikat Madya Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2025 serta penghargaan capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan terbaik se-Kalimantan Selatan.

Berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Banjarbaru Emas dalam satu tahun terakhir bergerak ke arah yang positif. 

Penulis: Putra Silitonga

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال