![]() |
Logo Dejan FC dan RANS Nusantara FC – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sebanyak 20 klub kontestan Liga 2 Indonesia atau Pegadaian Championship kini tengah menanti kepastian resmi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait siapa saja yang menempati grub Barat dan grub Timur.
Tim kebanggaan “Urang Banua”, Barito Putera dapat dipastikan akan menempati grub Timur sama seperti kompetisi musim lalu.
Yang menarik adalah sejumlah klub dipastikan akan berpindah zona grup karena pindah markas.
Kepindahan klub tersebut diambil dengan pertimbangan efisiensi biaya perjalanan serta kebutuhan renovasi stadion. Hal ini memaksa PT LIB merombak ulang peta pembagian grup Barat dan Timur.
Dejan FC dan RANS Nusantara Masuk Grub Timur
Sorotan utama tertuju pada dua tim promosi dari Liga 3 yakni Dejan FC dan RANS Nusantara FC.
Dejan FC secara mengejutkan memilih Jawa Timur sebagai rumah baru mereka, dengan Stadion Gelora 10 November, Surabaya, sebagai destinasi utama.
Langkah serupa diambil RANS Nusantara FC yang memutuskan berlabuh di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Masuknya dua kekuatan baru ke Jawa Timur ini secara otomatis membuat "Grup Timur" menjadi magnet yang sangat padat.
Hukum keseimbangan geografis pun berlaku, beberapa tim harus rela "mengalah" dan menyeberang ke Grup Barat untuk menjaga proporsi jumlah kontestan.
PSIS dan Persiku Jadi Korban Eksodus
Dua klub asal Jawa Tengah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus, menjadi pihak yang paling terdampak.
Keduanya diproyeksikan akan mengisi slot di Grup Barat, meninggalkan zona Timur yang selama ini akrab dengan mereka.
Di Grup Barat, mereka akan langsung berhadapan dengan tim-tim "panas" dari Pulau Sumatera seperti PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Semen Padang, hingga Persiraja Banda Aceh, serta klub-klub kuat dari Jawa Barat seperti FC Bekasi City dan PSGC Ciamis.
Khusus bagi Persiku Kudus, situasi ini memang tak terelakkan.
Stadion Wergu Wetan yang selama ini menjadi benteng mereka tengah memasuki fase renovasi besar-besaran berdasarkan lelang bangunan yang ditetapkan Pemkab Kudus senilai lebih dari Rp969 juta.
Kondisi ini membuat Laskar Macan Muria terpaksa menjadi "musafir" sekaligus beradaptasi dengan atmosfer keras di Grup Barat.
Derbi Jateng yang Terpecah
Salah satu dampak paling emosional dari pergeseran grup ini adalah terpecahnya derbi Jawa Tengah yang biasanya selalu dinanti.
Dengan PSIS Semarang dan Persiku Kudus di Grup Barat, sementara Persis Solo dan Kendal Tornado FC menetap di Grup Timur, tensi panas derbi satu provinsi dipastikan tidak akan tersaji di babak penyisihan grup.
Bagi suporter, ini adalah ironi sekaligus kelegaan. Derbi Jateng nantinya hanya akan menyisakan duel antara Kendal Tornado kontra Persis Solo di Timur, serta PSIS menjajal kekuatan Persiku di Barat.
Hingga saat ini, CEO PSIS Semarang, Datu Nova, menjadi sosok yang memberikan gambaran paling jelas mengenai peta kekuatan ini melalui unggahan InstaStory-nya.
Ia mengonfirmasi bahwa pembagian wilayah diputuskan berdasarkan kedekatan geografis untuk menekan biaya operasional klub.
Berikut adalah gambaran prakiraan komposisi grup Liga 2 2026/2027:
Grup Timur: Persis Solo, PSBS Biak, Persipura Jayapura, Barito Putera, Deltras FC, Persela Lamongan, Kendal Tornado, Persiba Balikpapan, RANS Nusantara FC, dan Dejan FC.
Grup Barat: Semen Padang, Persiku Kudus, Sumsel United, FC Bekasi City, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Persikad Depok, PSPS Pekanbaru, PSIS Semarang, dan PSGC Ciamis.
Meskipun pembagian ini belum bersifat final, aroma persaingan sudah sangat kental.
Liga 2 musim 2026/2027 diprediksi bakal menjadi medan tempur yang brutal.
Dengan percampuran antara tim tradisional dengan sejarah panjang dan klub-klub yang baru bermigrasi.
Setiap pekan dipastikan akan menjadi ajang pembuktian siapa yang layak melaju ke babak championship untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi.
Sumber: suaramerdeka.com

