![]() |
Haji Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam – Foto voi.id |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Emiten perusahaan Crude Palm Oil (CPO) milik Crazy Rich asal Kalimantan Selatan, Haji Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp39,99 miliar atau setara Rp6,97 per lembar kepada para pemegang saham.
Direktur Keuangan PGUN Tamlikho mengatakan keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026.
Dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025.
"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar Rp39.992.806.708 atau setara Rp6,97 per saham," kata Tamlikho dalam keterbukaan informasi, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 4 Juni 2026.
Adapun cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 5 Juni 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 8 Juni 2026.
Sementara itu, tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) ditetapkan pada 5 Juni 2026.
"Tanggal pembayaran dividen tunai PGUN dijadwalkan pada 18 Juni 2026," tambah Gilang.
Manajemen PGUN menegaskan seluruh proses pembagian dividen telah dikoordinasikan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan.
Selain itu, perseroan memastikan pembagian dividen tunai tersebut tidak akan memengaruhi kondisi operasional maupun keberlangsungan usaha perusahaan.
Sebagai informasi, PGUN mencetak peningkatan penjualan dan laba bersih sepanjang tahun 2025. PGUN membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp159,3 miliar sepanjang 2025.
Melansir laporan keuangannya, PGUN mencetak penjualan bersih sebesar Rp792,72 miliar, meningkat dibandingkan dengan periode 2024 yang sebesar Rp738,5 miliar.
Penjualan ini diperoleh dari penjualan minyak kelapa sawit sebesar Rp694,9 miliar, inti kelapa sawit senilai Rp96,4 miliar, dan cangkang sebesar Rp1,32 miliar.
PGUN tercatat menjual sebagian besar hasil produksi tersebut ke pihak berelasi, yaitu PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) senilai Rp694,9 miliar atau setara 87,66% kepemilikan.
Di sisi lain, PGUN mencetak penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp515,4 miliar pada 2025. Penjualan ini turun 0,81% dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp519,6 miliar.
Alhasil, PGUN memperoleh laba bruto sebesar Rp277,3 miliar, atau meningkat 26,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp218,9 miliar.
Laba bersih tahun berjalan PGUN juga meningkat signifikan, menjadi Rp159,3 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp79,18 miliar. PGUN juga mencatatkan laba per saham dasar yang naik menjadi Rp27,76 dari Rp13,8.
Sumber: bisnis.com

