![]() |
MBG: Siswa SD menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) – Foto unicef.org |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Uang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata berputar di kota-kota besar saja. Padahal, seharusnya Program MBG berdampak terhadap multiplier effect di daerah.
Fakta ini diungkap Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aminudin memaparkan hasil kajian.
"Artinya uang itu nanti perputarannya harusnya di daerah ya dengan adanya SPPG maka kebutuhan akan bahan baku diambil dari masyarakat sekitar situ, telur, daging, ikan, garam, nasi, apa beras dan seterusnya," katanya, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan temuan kajian KPK, Aminudin mengungkapkan, perputaran uang Proram MBG di daerah sangat minim.
Bahkan, secara persentase masih di bawah lima persen. "Mayoritas perputaran uangnya itu kembali ke kota-kota besar ya," ujarnya.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran suplier untuk Program MBG masih didominasi suplier di kota-kota besar.
"Jadi dampaknya ke masyarakat sekitar ya mereka hanya bagian makan saja, satu ompreng per orang per hari tapi dampak ekonomi yang lainnya enggak ada, pun kalau ada sangat kecil sekali," pungkasnya.
Sumber: okezone.com

