Kontrak Coach RD di Persipura Berakhir, Nasib Ditentukan Hasil Pertemuan dengan Pemilik

Rahmad Darmawan – Foto jubi.id


BORNEOTREND.COM, PAPUA - Kontrak Rahmad Darmawan di Persipura Jayapura resmi berakhir pekan ini. Masa depan kepelatihan segera ditentukan melalui pertemuan resmi dengan pemilik klub, Owen Rahadiyan. Agenda pertemuan tersebut membahas kelanjutan pasca kegagalan Persipura menembus Liga 1 musim ini setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC dalam pertandingan play-off promosi Championship Liga 2 2025-2026 di Stadion Lukas Enembe pada 8 Mei 2026.

“Memang kita ada rencana bertemu di minggu ini,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach RD tersebut dikutip dari Kompas.com.

Kendati kelanjutan kariernya di Jayapura belum menemui titik terang, juru taktik nasional tersebut tetap melayangkan apresiasi tinggi terhadap komitmen yang ditunjukkan oleh Owen Rahadiyan dalam mengelola klub.

“Pak Owen pribadi yang sangat punya komitmen kuat dan konsisten dalam pengembangan sepak bola,” kata Rahmad.

Menurut Rahmad, keseriusan sang pemilik sudah terbukti dari konsistensinya membangun kekuatan tim dalam beberapa musim terakhir kompetisi bergulir.

“Ini sudah dibuktikan bukan hanya saat membawa PSBS ke liga utama tetapi juga mencoba untuk Persipura mencapai hal sama bahkan lebih,” ujar dia.

Ia meyakini bahwa program kerja jangka panjang manajemen Persipura akan terus berjalan secara konsisten demi mengembalikan kejayaan tim ke kompetisi utama nasional.

“Saya yakin beliau akan terus bisa konsisten, dan itu sudah disampaikan berkali-kali, untuk bisa membawa Persipura ke Liga 1,” katanya.

Selain membahas manajemen, pelatih kawakan ini juga memberikan perhatian khusus pada potensi lokal dengan menegaskan bahwa tanah Papua tidak pernah kehabisan generasi pesepak bola berbakat.

“Persipura tidak akan pernah kehilangan talenta. Mereka punya pemain-pemain muda yang akan menggantikan para seniornya,” ujar Rahmad.

Sejumlah nama pemain muda potensial seperti Reno Salampessy, Markus Mardjar, dan Beto Waichang disebut sebagai pilar masa depan yang memiliki prospek cerah di dunia sepak bola tanah air.

“Mereka tinggal menunggu waktu untuk bisa ada di puncak penampilan seperti pemain-pemain lain,” kata dia.

Saat ini, kepastian mengenai strategi maupun langkah profesional berikutnya baru akan diputuskan setelah proses negosiasi dengan pihak manajemen klub diselesaikan.

 “Kita tetap fokus kepada apa yang disampaikan minggu depan, setelah itu baru akan bicara apa langkah selanjutnya,” ujar Rahmad.

Rahmad menambahkan bahwa status besar yang melekat pada Persipura menuntut dedikasi yang tinggi dari seluruh elemen yang terlibat di dalam struktur tim.

“Bagaimanapun Persipura adalah tim besar dan kita punya tanggung jawab besar apabila ada di sana,” kata Rahmad.


RD Diincar Sumsel United

Sumsel United membidik Rahmad Darmawan sebagai kandidat kuat pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027.

Manajemen klub berjuluk Laskar Juaro itu kini tengah memburu sosok pelatih berpengalaman demi mewujudkan target promosi ke Liga 1 musim depan.

Presiden Sumsel United, Cik Ujang, mengakui pihaknya sedang menyiapkan beberapa nama untuk mengisi kursi pelatih kepala.

Dari sejumlah kandidat yang dipertimbangkan, Rahmad Darmawan disebut menjadi salah satu sosok yang dinilai paling cocok menangani tim asal Sumatera Selatan tersebut.

“Akan kami rapatkan siapa pelatihnya. Paling tidak nanti dicari tiga orang terbaik,” ujar Cik Ujang, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, Sumsel United membutuhkan pelatih yang memiliki pengalaman, kualitas, serta kemampuan membangun tim agar mampu bersaing di papan atas Liga 2. Target utama klub musim depan tetap sama, yakni promosi ke Liga 1.

Nama Rahmad Darmawan dinilai memenuhi kriteria tersebut. Pelatih yang akrab disapa RD itu dikenal memiliki pengalaman panjang di sepak bola Indonesia, baik di Liga 1 maupun Liga 2. Selain memiliki lisensi kepelatihan lengkap, RD juga pernah menangani sejumlah klub besar Tanah Air.

“Rahmad Darmawan pas sebenarnya,” kata Cik Ujang.

Meski tampil cukup dominan sepanjang musim ini, langkah Sumsel United harus terhenti setelah hanya finis di peringkat keempat Grup A Liga 2. Mereka terpaut cukup jauh dari Garudayaksa yang keluar sebagai pemuncak klasemen.

Karena itu, manajemen ingin melakukan pembenahan lebih matang, termasuk dalam pemilihan pelatih kepala agar performa tim lebih konsisten musim depan.

Di sisi lain, Sumsel United juga mendapat kabar positif dari sektor pembinaan usia muda. Tim Sumsel United U-19 sukses menjuarai Elite Pro Academy Championship 2026 dan mulai menarik perhatian sejumlah klub Liga 1.

Keberhasilan tim junior tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Sumsel United untuk membangun skuad yang lebih kuat dengan kombinasi pemain muda potensial dan pelatih berpengalaman.

Sumber: pojokpapua.com/sumsel.akurat.co

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال