![]() |
| MENARIK: Kontes ikan hias yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin HM Yamin, sabtu (30/5/2026) di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh - Foto Dok Diskominfo Banjarmasin |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Kontes Ikan Hias Wali Kota Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kualitas ikan terbaik, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan langsung masyarakat.
Digelar di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Sabtu (30/5/2026), kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin itu sukses menarik perhatian pengunjung, pelaku usaha, hingga komunitas pecinta ikan hias dari berbagai daerah.
Ratusan peserta dan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai kategori lomba, mulai dari ikan cupang, ikan mas koki, ikan koi, hingga ikan channa. Di saat yang sama, bazar UMKM, pameran aquascape, dan produk perikanan turut menjadi magnet yang menghidupkan kawasan tersebut. Kehadiran masyarakat yang memanfaatkan akhir pekan menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana mempertemukan komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ruang yang produktif.
Menurutnya, potensi ekonomi dari sektor hobi dan perikanan perlu terus didorong agar mampu berkembang menjadi industri kreatif yang memberikan manfaat lebih luas.
"Kita berharap kegiatan seperti ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar karena kawasan ini menjadi ramai. Selain itu, ini juga menjadi wadah untuk mengumpulkan komunitas pecinta ikan hias agar bisa saling mengenal, berkolaborasi, dan bersama-sama melestarikan hobi yang bernilai ekonomi," ujar Yamin usai membuka kegiatan.
Momentum peringatan lima abad Kota Banjarmasin menjadi latar penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sebagai kota yang tumbuh dan berkembang bersama budaya sungai, sektor perairan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber edukasi, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kontes ikan hias, pemerintah ingin menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya perairan tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru bagi warga.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar berbagai jenis komunitas ikan hias dapat berkembang bersama. Wali Kota juga berharap ke depan lebih banyak lagi kategori ikan yang diperlombakan sehingga semakin banyak penghobi yang dapat berpartisipasi.
"Mudah-mudahan ke depan jenis ikan yang diperlombakan semakin banyak karena penggemarnya juga terus bertambah. Kita ingin merangkul seluruh komunitas agar mereka memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan hobinya secara positif," katanya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar yang menilai kolaborasi menjadi kunci utama suksesnya kegiatan seperti ini.
"Di tengah keterbatasan anggaran, selalu Pak Wali menekankan soal kolaborasi, bagaimana Taman Satwa dan Edukasi yang dulu terbengkalai kini dengan semangat kolaborasi perlahan bisa kita sulap kembali menjadi ruang publik yang ramah dan inklusif, salah satunya hari ini kita hadirkan kontes ikan," ungkap Tezar.
"Tanpa sokongan penuh dari sponsorship, perbankan, komunitas pencinta ikan hias, serta antusiasme peserta, perhelatan ini mustahil terwujud," tambahnya.
Oleh karena itu sebagai bagian dari kolaborasi, ruang representatif seperti Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh kini bukan lagi menjadi urusan atau tanggung jawab satu-dua dinas semata. Namun, milik seluruh lapisan masyarakat termasuk wadah kerja sama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengelar kegiatan.
"Terbukti, tidak hanya kontes ikan hias, selama 2 hari kegiatan mulai dari edukasi dan penyuluhan budidaya dan potensi ekonomi ikan hias oleh DKP3, lalu nanti sore ada edukasi manajemen pemilahan sampah mandiri dan pembuatan komposter sederhana dari DLH, serta besok dari Disperdagin akan menggelar pameran kecil-kecilan terkait perlindungan konsumen melalui pelayanan tera dan tera ulang alat ukur," beber dia.
"Ini yang dinamakan kolaborasi dan kita harapkan dinas lain juga bisa berkomunikasi dengan DKP3 untuk melakukan hal serupa ke depan," tekannya.
Selain menghadirkan kontes ikan hias, pengunjung juga disuguhkan berbagai atraksi edukatif di kawasan Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh. Bahkan sejumlah satwa peliharaan seperti kakatua, macaw dan kuda turut diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi tentang pentingnya menjaga dan merawat satwa dengan baik.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemko Banjarmasin, komunitas ikan hias, pembudidaya ikan, pelaku UMKM, sponsor, pegiat lingkungan, serta masyarakat umum yang memanfaatkan akhir pekan bersama keluarga.
Pemko Banjarmasin berharap, kontes ikan hias tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi salah satu ikon wisata dan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat potensi Kota Seribu Sungai menuju usia emas 500 tahun.
Sumber: Diskominfo Banjarmasin

