![]() |
Ilustrasi – Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah seiring diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) sehari setiap minggu – Foto AI/pikiran-rakyat.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Kebijakan Work From Home (WFH) sehari setiap minggu akan dilanjutkan dalam dua bulan mendatang. Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Bahkan Airlangga akan melaporkan langsung terkait keberlanjutan kebijakan ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, kebijakan ini ditetapkan selama dua bulan sejak April 2026.
WFH sehari setiap minggu dilakukan dalam rangka menghemat energi karena kondisi pasokan energi yang terancam karena kondisi geopolitik dunia.
"Soal kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan," beber Airlangga usai rapat terbatas dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah juga menyiapkan beberapa insentif dan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026.
"Dan selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal II bisa bergerak," lanjut Airlangga.
Laporan Soal DHE-Ekspor Lewat BUMN
Selain masalah WFH, Airlangga juga melaporkan terkait rencana implementasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang berlangsung tanggal 1 Juni, dan juga pelaksanaan dari ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy yang dilaksanakan oleh BUMN khusus, PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Dia melaporkan ke Prabowo soal instrumen regulasi dari kebijakan tersebut akan kelar dalam waktu dekat, dipastikan semua kelar sebelum 1 Juni 2026 atau pada masa transisi kebijakan ekspor via BUMN khusus.
"Nah, tadi kami laporkan bahwa berbagai instrumen regulasi, baik dari Permendag, dari BI, maupun dari Menteri Keuangan juga akan disiapkan dan akan, sebelum 1 Juni itu akan diselesaikan," bebet Airlangga.
Dia juga melaporkan soal sosialisasi dua kebijakan itu akan dilakukan sore ini kepada pelaku usaha. Pihaknya akan mengumpulkan semua pelaku usaha di kantornya untuk sosialisasi kebijakan ekspor satu pintu lewat BUMN.
"Kemudian yang kedua juga sosialisasi kepada asosiasi juga akan dilakukan sore hari ini jam 4, sehingga asosiasi-asosiasi yang terkait mengetahui kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah," pungkas Airlangga.
Sumber: detik.com

