Bulog: Distribusi Minyakita Dibatasi Akibat Aturan Permendag Baru

JUAL MINYAKITA: Pedagang menjual minyak goreng rakyat milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan merek Minyakita – Foto kontan.co.id


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Distribusi Minyakita belum bisa menjangkau seluruh pasar di Indonesia. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, hal ini terjadi akibat adanya pembatasan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.

Rizal menjelaskan, pihaknya hanya diperbolehkan menyalurkan Minyakita ke pasar rakyat pantauan Kementerian Perdagangan yang tercantum dalam sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) dan pasar tradisional. Penyaluran juga hanya bisa dilakukan kepada pengecer yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Jadi mungkin ada beberapa yang belum mengerti. Kalau memang di retail-retail modern ataupun di pasar-pasar di luar SP2KP dan non-tradisional memang Bulog tidak menyalurkan Minyakita. Karena sesuai dengan aturan Permendag yang baru, Bulog hanya boleh menyalurkan ke pasar SP2KP dan pasar-pasar tradisional kepada para pengecer yang punya NIB. Kalau tidak punya NIB kami tidak boleh menyerahkan," ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bulog Febby Novita menegaskan distribusi Minyakita sebenarnya tidak hanya berada di tangan Bulog. Ia menyebut berdasarkan aturan, porsi penyaluran melalui BUMN pangan hanya sekitar 35% dari total distribusi nasional.

Dari jatah 35% tersebut, Bulog juga bukan satu-satunya penyalur. Menurut Febby, Bulog hanya menangani sekitar 70% dari porsi BUMN pangan, sementara sisanya dibagikan ke BUMN lain ID Food dan Agrinas Palma.

"Kan dari 100% sesuai Permendag 43, 35% ke BUMN pangan, bukan Bulog saja. Bulog paling sekitar 70%. Tapi kan banyak sisa dari produsen dan lain-lainnya. Itu yang seharusnya kita duduk bersama kerja sama dengan para pengambil kebijakan dan produsen mana-mana yang mereka distribusiin. Karena kan kalo dari 100% DMO berarti Bulog nggak sampe 35% karena itu kan dibagi sama BUMN pangan yang lain," beber Febby.

Febby menyebut Bulog saat ini telah menyalurkan sekitar 110 juta liter Minyakita ke berbagai wilayah Indonesia. Ia mengklaim sebagian besar wilayah Indonesia kini sudah mulai stabil dari sisi pasokan Minyakita.

"Kalau di Bulog aja sekitar 110 juta liter seluruh Indonesia. Kita maksimalkan dulu di pasar SP2KP baru pengecer-pengecer lainnya. Dan Alhamdulillah sejak penugasan ke Bulog sebagian wilayah Indonesia hampir 90% sudah hijau ya untuk minyak gorengnya. Tapi kan itu bukan hanya bulog saja, karena 65% kan dari produsen ya," tutup Febby.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال