![]() |
| RAMAI: Suasana pelaksanaan Media Gathering oleh PLN UID Kalselteng - Foto Dok P. Silitonga |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus memperkuat sinergi dengan media sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang transparan dan berdampak luas.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Media Gathering 2026 yang digelar di Tahura Sultan Adam, Selasa (7/4/2026), dengan mengusung tema Harmony In Nature, Powering Together.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja perusahaan, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra dalam evaluasi pelayanan.
“Media adalah teman seperjalanan kami. Tidak hanya membantu menyampaikan program, tetapi juga menjadi pengingat dan pengontrol agar kami terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan PLN dalam menghadirkan listrik yang andal tidak terlepas dari peran media dalam membangun pemahaman publik. Oleh karena itu, PLN membuka ruang terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan.
Memasuki 2026, PLN UID Kalselteng menargetkan peningkatan kualitas layanan melalui penguatan keandalan sistem kelistrikan dan perluasan rasio elektrifikasi hingga wilayah terpencil. Selain itu, percepatan transisi menuju energi bersih juga terus dilakukan melalui inovasi teknologi, termasuk optimalisasi sistem monitoring jaringan dan layanan berbasis digital.
“Semua upaya ini harus dibarengi dengan komunikasi yang baik. Di sinilah peran media menjadi sangat penting agar masyarakat memahami apa yang kami lakukan,” tambah Iwan.
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan persepsi serta memperkuat kerja sama ke depan.
Diskusi dalam kegiatan tersebut juga membahas berbagai tantangan, termasuk kondisi geografis distribusi listrik dan peningkatan kebutuhan energi di masa mendatang.
Di sektor pembangkitan, PLN turut mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi energi, khususnya di PLTA Ir PM Noor Riam Kanan.
Tim Leader Operasional, Widiyanto, menjelaskan bahwa pengelolaan cadangan air menjadi kunci menjaga stabilitas operasional pembangkit.
“Kami melakukan penampungan air sebagai cadangan energi. Dengan manajemen yang tepat, operasional pembangkit tetap dapat berjalan stabil meskipun kondisi air berkurang,” jelasnya.
PLTA Riam Kanan memiliki kapasitas sekitar 30 megawatt dan menjadi bagian penting dalam sistem interkoneksi Barito. Selain itu, kawasan tersebut juga mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung berkapasitas 361,92 kWp sebagai bentuk komitmen terhadap energi baru terbarukan.
PLN memastikan sistem kelistrikan di Kalselteng berjalan secara terintegrasi dari berbagai sumber energi, mulai dari PLTA, PLTU hingga PLTD, guna menjaga kestabilan pasokan listrik, termasuk saat kondisi ekstrem.
Melalui penguatan sinergi dengan media, PLN berharap kolaborasi yang terjalin tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas dukungan media selama ini. Semoga sinergi ini terus terjaga dan semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Iwan.
Penulis: P. Silitonga

