PGRI Kalsel dan Kabupaten/Kota Raih Penghargaan Nasional Tata Kelola Keuangan 2025

PENGHARGAANKetua PGRI Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rivai hadir pada Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI Tahun 2026 yang digelar di Jakarta untuk menerima penghargaan kategori tata kelola keuangan anggota PGRI Tahun 2025 – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih penghargaan nasional dalam kategori tata kelola keuangan anggota PGRI Tahun 2025 pada Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI Tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis (16/4/2026) lalu.

Penghargaan tersebut tidak hanya diraih oleh PGRI tingkat provinsi, namun juga seluruh PGRI kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan turut memperoleh penghargaan serupa. Hal ini menunjukkan konsistensi dan sinergi pengelolaan organisasi yang baik dari tingkat bawah hingga atas.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi kepada Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rivai.

Ketua PGRI Kalsel, Abdul Rivai, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pembinaan organisasi yang berjalan efektif di seluruh tingkatan kepengurusan. Salah satu kunci keberhasilan tersebut adalah pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap enam bulan sekali.

“Pembinaan keorganisasian kita berjalan efektif karena ada monitoring dan evaluasi rutin. Dengan itu, seluruh pengurus di kabupaten/kota dapat menjalankan organisasi sesuai prosedur dan ketentuan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi faktor penting dalam menjaga tata kelola yang baik. Tanpa monitoring, potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program bisa saja terjadi.

Selain itu, ketepatan pembayaran iuran anggota di semua jenjang juga menjadi indikator utama keberhasilan tata kelola keuangan PGRI Kalsel. Mulai dari tingkat ranting hingga pusat, seluruh iuran disalurkan tepat waktu.

“Iuran merupakan sumber utama kehidupan organisasi. Alhamdulillah, di Kalimantan Selatan, pembayaran iuran berjalan tertib dan tepat waktu. Ini yang menjadi salah satu poin penilaian hingga kita mendapatkan penghargaan,” jelasnya.

Atas capaian tersebut, PGRI Kalimantan Selatan bahkan mendapat pengakuan sebagai “Jawa Tengah-nya di luar Pulau Jawa”, mengingat tata kelola organisasi dan keuangan yang dinilai paling baik di wilayah luar Jawa.

Lebih lanjut, Abdul Rivai menyampaikan bahwa keberhasilan PGRI Kalsel juga didukung oleh pelaksanaan program-program mandatori organisasi yang berjalan optimal. Dari sepuluh program utama, terdapat tiga fokus utama yang menjadi prioritas.

“Pertama, peningkatan profesionalitas guru melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Kedua, perjuangan hak dan perlindungan guru, termasuk pemberian bantuan hukum. Ketiga, peningkatan kesejahteraan guru,” paparnya.

Dalam upaya perlindungan guru, PGRI Kalsel juga aktif memperjuangkan regulasi di tingkat nasional. Bahkan, pihaknya ditunjuk mewakili wilayah Indonesia bagian tengah untuk melakukan audiensi dengan Badan Legislasi DPR RI terkait perlindungan guru.

“Hasil audiensi menunjukkan dukungan terhadap pentingnya regulasi perlindungan guru, termasuk penguatan dalam undang-undang yang ada saat ini,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai penghargaan yang diraih setiap tahun menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan kinerja organisasi.

“Penghargaan ini bukan tujuan utama, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi guru dan dunia pendidikan,” pungkasnya. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال