Kepala DKPP Tanah Laut Soroti Ketahanan Pangan Holistik, Luncurkan Inovasi “SIAP MELAUT”

KOMPAK: Suasana apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut, M. Kusri, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak semata soal produksi, melainkan mencakup aspek yang lebih luas. Hal tersebut disampaikannya saat apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Senin (20/4/2026).

Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan meliputi ketersediaan, distribusi yang merata, kemudahan akses, keterjangkauan harga, hingga jaminan keamanan pangan bagi masyarakat. Menurutnya, semua aspek tersebut harus berjalan seimbang agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan menjadi kunci agar seluruh masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan perbedaan peran antara DKPP dengan dinas yang menangani sektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Jika dinas tanaman pangan berfokus pada sektor hulu atau produksi, maka DKPP berperan di sektor hilir yang memastikan ketersediaan serta akses pangan bagi masyarakat.

Selain itu, DKPP turut mengelola sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, termasuk pembinaan nelayan hingga pemasaran hasil. Dengan garis pantai Tanah Laut yang mencapai sekitar 175 kilometer, potensi perikanan dinilai sangat besar untuk terus dikembangkan.

Dalam kesempatan tersebut, M. Kusri juga memperkenalkan inovasi daerah bertajuk “SIAP MELAUT” (Selesaikan Izin Administrasi Pelayaran, Melaut Legal, Aman untuk Usaha Tangkap) yang diluncurkan pada 1 April 2026.

"Inovasi ini merupakan pelayanan publik terpadu lintas kewenangan yang melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah," jelasnya.

Ia menerangkan bahwa program tersebut mengintegrasikan berbagai layanan penting, mulai dari perizinan kapal dan usaha perikanan, keselamatan pelayaran, akses BBM bersubsidi, informasi cuaca, peningkatan kapasitas nelayan, hingga perlindungan sosial dan akses permodalan.

Melalui inovasi ini, nelayan diharapkan dapat melaut secara legal, aman, dan lebih produktif, sehingga berdampak pada peningkatan hasil tangkapan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menutup arahannya, M. Kusri mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan sektor perikanan di Tanah Laut agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan.

Penulis: Shinta 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال