![]() |
| PLTS: Pekerja memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Untuk mengejar target kapasitas
100 Giga Watt (GW) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan strategi pengembangan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi
Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, pengembangan PLTS ke depan
akan difokuskan pada tiga lini utama. Diantaranya yakni proyek ground-mounted
(berbasis darat), PLTS atap, serta PLTS terapung (floating solar).
"Kita juga pada saat ini berbicara tentang bagaimana mengimplementasikan PLTS ini tidak hanya kencang di ground mounted, tetapi juga di atap. Serta yang sekarang kita sedang dorong adalah untuk PLTS floating, jadi PLTS apung," kata Eniya dalam acara Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).
Eniya menilai energi surya saat ini menjadi tulang punggung
dalam peta jalan transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE)
2060. Meski dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN hingga
2034 kapasitas PLTS baru ditargetkan sebesar 17,1 GW, pemerintah tengah
mengakselerasi pembahasan untuk meningkatkan kapasitas hingga 100 GW.
"Dan saat ini ada perintah direction dari Pak Presiden
bahwa pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga suria khususnya 100 GW
sedang bergulir," katanya.
Di sisi lain, capaian saat ini menunjukkan perkembangan yang
mulai positif. Total kapasitas terpasang PLTS di Indonesia telah mencapai
sekitar 1,5 GW. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari PLTS
atap yang telah menyentuh 895 Mega Watt (MW).
"Kita saat ini sudah bisa bergembira karena pembangkit
listrik tenaga surya yang terinstal di Indonesia secara keseluruhan itu sudah
mencapai 1,5 GW. Dan khusus PLTS atap ini sudah mencapai 895 MW. Kita masih
berjuang nih untuk bisa lebih dari 1 gw," katanya.
Sumber: cnbcindonesia.com

