![]() |
| BERKUALITAS: Mebel olahan UMKM di Desa Pemangkih, Kabupaten HST - Foto Dok Rilis |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Industri mebel di Desa Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Sebanyak 35 pelaku usaha mebel aktif berproduksi dan menjadikan desa ini dikenal sebagai salah satu sentra industri mebel di daerah.
Aktivitas produksi tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari RT 01 hingga RT 06. Keberadaan puluhan usaha tersebut tidak hanya menggerakkan roda perekonomian desa, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Salah satu pelaku usaha yang turut mendorong perkembangan industri ini adalah Budi Santoso melalui usaha Mebel Azzahra.
Usaha yang baru berjalan sekitar enam bulan ini memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga seperti kasur, sofa, dan box dipan.
“Dalam menjalankan usaha ini, kami memperkerjakan masyarakat setempat,” ujarnya, senin (20/4/2026) di Pemangkih.
Ia menjelaskan, bahan baku produksi mayoritas berasal dari wilayah HST, sehingga turut memperkuat perputaran ekonomi lokal. Selain melayani penjualan satuan, pihaknya juga menerima pesanan dalam jumlah besar atau partai.
Produk mebel asal Pemangkih kini tidak hanya dipasarkan di Kalimantan Selatan (Kalsel), tetapi juga telah menjangkau daerah lain seperti Pontianak hingga Pulau Jawa, dengan pengiriman melalui jasa ekspedisi.
Dirinya juga menyebutkan, kapasitas produksi mebel di desanya mencapai ribuan unit per bulan. Bahkan, menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, permintaan biasanya meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Selain usaha mebel, ia juga mengembangkan produksi busa dengan modal awal sekitar Rp180 juta. Dalam satu kali produksi, rata-rata dihasilkan 600 lembar busa dengan ketebalan 1 hingga 4 sentimeter.
Variasi warna busa menyesuaikan kualitas, mulai dari putih sebagai kualitas standar hingga ungu untuk kualitas tertinggi.
Keberadaan industri mebel di Desa Pemangkih turut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja lokal, usaha ini juga menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian warga, termasuk kalangan pemuda yang kini mulai terlibat dalam kegiatan produksi.
Dirinya pun berharap potensi industri mebel di desanya mendapat dukungan lebih dari berbagai pihak. Ia menilai, bantuan peralatan atau mesin produksi, pelatihan bagi pelaku UMKM, serta dukungan pemasaran dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
“Kami berharap ada dukungan berupa alat, pelatihan, serta akses pemasaran agar usaha mebel di Pemangkih bisa berkembang lebih besar dan dikenal luas,” ujarnya.
Ke depan ia juga berencana mengembangkan usaha lain seperti produksi air minum dalam kemasan gelas, serta mendorong pemasaran produk melalui gerai koperasi Merah Putih di Desa Pemangkih.
Dengan potensi yang dimiliki, Desa Pemangkih berpeluang menjadi salah satu sentra industri mebel unggulan di Kalsel.
Sumber: Rilis

