![]() |
| KOMPAK: Wali Kota Yamin mengikuti prosesi ground breaking Jembatan Garuda Kodam XII/Tambun Bungai - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Upaya penguatan infrastruktur kembali dilakukan di Banjarmasin melalui ground breaking Jembatan Garuda Kodam XII/Tambun Bungai di wilayah Kodim 1007/Banjarmasin, Senin (6/4/2026).
Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan jembatan yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan dengan keterbatasan akses.
Kegiatan berlangsung sederhana namun khidmat, dengan sejumlah prosesi simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan infrastruktur yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi warga.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, atas dukungan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Alhamdulillah, hari ini Kota Banjarmasin bersama TNI melaksanakan ground breaking pembangunan jembatan gantung yang akan menjadi akses vital masyarakat. Jembatan ini menghubungkan Banjarmasin dengan wilayah Kabupaten Banjar, khususnya kawasan Alalak dan Aluh-Aluh, yang selama ini menjadi jalur aktivitas harian warga,” ujarnya.
Menurut Yamin, akses tersebut sangat penting karena dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi hingga jalur pelajar menuju sekolah di Banjarmasin.
Ia berharap pembangunan ini menjadi awal dari realisasi kebutuhan jembatan lain di sejumlah titik.
“Kami berharap ke depan ada dukungan lanjutan dari TNI dan pemerintah pusat, karena masih banyak titik jembatan yang dibutuhkan masyarakat. Ini sejalan dengan program Presiden untuk mempermudah akses masyarakat di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin, Ilham Yunus, menyebut pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, hari ini ground breaking Jembatan Garuda dilaksanakan serentak di wilayah Kodam XII/Tambun Bungai. Ini membuktikan negara hadir, termasuk TNI, untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, di wilayah Banjarmasin terdapat 16 titik pembangunan jembatan pada tahap keempat program tersebut, terdiri dari 8 jembatan gantung dan 8 jembatan beton.
“Melalui program Presiden RI dan TNI Angkatan Darat, pembangunan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini belum memiliki akses memadai,” jelasnya.
Salah seorang warga Basirih Dalam, Hamdani, turut menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tersebut. Ia menilai jembatan akan sangat membantu kelancaran transportasi dan aktivitas warga.
“Kalau ada jembatan, transportasi jadi lancar. Warga di sini banyak yang bertani dan juga menjual hasil perikanan. Anak-anak sekolah juga lebih mudah menyeberang ke Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Menurutnya, jembatan tersebut sudah lama menjadi harapan warga, mengingat kawasan itu telah dihuni dan dikelola masyarakat selama puluhan tahun.
Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur di wilayah Banjarmasin yang memiliki karakter geografis berupa perairan dan rawa. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta distribusi barang dan jasa.
Selain sebagai penghubung antarwilayah, proyek ini juga mencerminkan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di Kalimantan Selatan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Realita Nugraha

