![]() |
Badan Pengelola Geopark Meratus menyambut kedatangan Badan Restorasi Lingkungan Jerman (BGR) yang melihat langsung kondisi Geopark Meratus – Foto MC Kalsel |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Badan Pengelola Geopark Meratus bekerjasama dengan Badan Restorasi Lingkungan Jerman (BGR) melalui dukungan hibah internasional yang dikoordinasikan bersama Bappenas dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan berupaya merehabilitasi lahan bekas tambang batu bara, intan, hingga emas yang berada di sebagian kawasan Geopark Meratus.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dari ITB, IPB, dan Unpad untuk merancang rehabilitasi lahan bekas tambang agar bisa dimanfaatkan kembali,” ungkap Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus, Theodorik Rizal Manik, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan lahan bekas tambang untuk peternakan dengan menanam rumput gajah sebagai pakan ternak.
“Lahan bekas tambang bisa direhabilitasi dan dimanfaatkan untuk peternakan sapi atau kambing. Ini melibatkan masyarakat sekitar dan membuka peluang ekonomi baru,” katanya.
Selain itu, penguatan sektor kuliner melalui program Geofood juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin kuliner khas seperti ketupat kandangan, soto Banjar, dan cabe hiyung bisa dikenal hingga mancanegara. Jika permintaan meningkat, maka pelaku UMKM juga akan ikut berkembang,” ujarnya.
Di sisi kelembagaan, Badan Pengelola Geopark Meratus juga tengah melakukan penguatan tata kelola organisasi agar lebih mandiri dan profesional.
“Kita sedang menyesuaikan struktur organisasi, termasuk membentuk divisi keuangan agar bisa mengelola hibah dan bantuan secara lebih optimal,” jelasnya.
Ia berharap, dengan berbagai langkah tersebut, Geopark Meratus dapat menjadi katalisator pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Geopark ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.
Sumber: MC Kalsel

