![]() |
| SOSOK: Pelaksana Harian (Plh) General Manager Garuda Indonesia Banjarmasin, Hendra Rifanto - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Garuda Indonesia memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional angkutan jemaah haji tahun 2026. Maskapai nasional tersebut memilih rute penerbangan yang tidak melintasi wilayah konflik di Timur Tengah guna menjamin keamanan perjalanan jemaah.
Pelaksana Harian (Plh) General Manager Garuda Indonesia Banjarmasin, Hendra Rifanto, mengatakan seluruh jalur penerbangan telah melalui kajian komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik terkini.
“Rute kami relatif jauh dari wilayah konflik, sehingga aspek safety tetap aman,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Selain pemilihan rute, Garuda Indonesia juga menyiapkan langkah mitigasi risiko dengan menyediakan dua pesawat cadangan. Armada tersebut ditempatkan di Jakarta dan Solo untuk mengantisipasi gangguan teknis maupun kondisi darurat selama operasional haji berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, maskapai ini tetap mengandalkan pesawat berbadan lebar Airbus A330-300 yang memiliki kapasitas hingga 360 penumpang per kelompok terbang (kloter). Pesawat tersebut dinilai memiliki standar keselamatan tinggi dan telah teruji untuk penerbangan jarak jauh.
Seluruh prosedur operasional juga dijalankan sesuai standar internasional, mulai dari kesiapan kru hingga pemeriksaan teknis pesawat sebelum keberangkatan.
“Untuk musim haji tahun ini, jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan diberangkatkan dengan skema transit melalui Bandara Kualanamu sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah atau Madinah,” katanya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Garuda Indonesia optimistis dapat memberikan jaminan keselamatan maksimal bagi jemaah, baik pada fase keberangkatan maupun kepulangan.
Penulis: P. Silitonga

