![]() |
| RAMAI: Even Aroma Coffee Banjarbaru resmi menggelar festival bertajuk ACF 2026 di Kota Banjarbaru - Foto Dok Putra Silitonga |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Menandai perjalanan satu tahun berdirinya, Aroma Coffee Banjarbaru resmi menggelar festival bertajuk Aroema Celebration Fest (ACF) 2026 di Kota Banjarbaru.
Perhelatan yang berlangsung selama 19 hari penuh ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan sebuah bentuk dedikasi untuk mengangkat potensi besar para musisi dan komunitas lokal di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dimulai dari tanggal 11 April hingga 2 Mei 2026, festival ini menyuguhkan berbagai kegiatan lintas disiplin, mulai dari panggung musik, seni pertunjukan, hingga kompetisi olahraga dan e-sport.
Owner Aroema Coffee Muhammad Rizki, mengungkapkan bahwa awalnya ada rencana untuk mengundang artis berskala nasional. Namun, setelah pertimbangan matang, pihaknya memutuskan untuk sepenuhnya memberikan sorotan kepada talenta lokal.
"Awalnya kita pengen coba undang (artis) nasional. Cuman kita berpikir, kenapa kita tidak menaikkan komunitas dan musisi lokal? Padahal, kapabilitas mereka hampir sama dengan nasional. Jadi kita naikkan mereka yang punya karakter dan kemampuan," ujar Rizki Sabtu (11/4/2026) saat pembukaan kegiatan.
Dirinya menambahkan bahwa melalui sistem kurasi- submission, terpilih sekitar 20 musisi lokal yang akan unjuk gigi.
Ia berharap panggung ACF ini dapat menjadi batu loncatan bagi para talenta tersebut untuk terus berkembang beriringan dengan tumbuhnya Aroema.
Tidak hanya musik, ACF juga menjadi rumah bagi berbagai sub-kultur. Pengunjung dapat menikmati teater, drama, tari, hingga mengikuti berbagai turnamen seperti E-Sport.
"Kita juga ada lomba Mobile Legends (MLBB Offline Cup) dan PES 2026. kemudian komunitas Tamiya Mini 4WD Race, Beyblade Tournament, dan Toy Festival. Juga ada Tennis Tournament dan Barber Class, Mukbang Challenge, hingga Creative Space," bebernya.
Melalui perhelatan selama hampir tiga minggu ini, Rizki berharap Aroema Coffee dapat memperkuat identitasnya sebagai wadah yang inklusif bagi masyarakat Kota Banjarbaru.
Ia juga berharap, di usia yang baru satu tahun, Aroema dapat terus berkembang menjadi ruang berkumpul bagi berbagai komunitas dan menjadi panggung bagi komunitas untuk menampilkan karya.
“Satu tahun kita berjalan, akarnya makin kuat. Aroema punya karakter dan bisa menjadi wadah teman-teman komunitas untuk berkumpul dengan nyaman dan santai,” pungkasnya.
Penulis: Putra Silitonga

