![]() |
HAJI: Gelombang pertama jemaah haji Indonesia rencananya akan diberangkatkan pada 22 April 2026 menuju Madinah – Foto detik.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Biaya penerbangan haji 2026 berpotensi melonjak akibat naiknya harga avtur global dan meningkatnya premi asuransi perang (war risk) bagi maskapai yang melayani rute ke Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, rata-rata biaya penerbangan haji per jemaah tadinya berada di kisaran Rp33,5 juta. Namun, dinamika global berpotensi mendorong kenaikan biaya tersebut secara signifikan.
Lonjakan harga avtur global, lonjakan premi asuransi war risk, serta pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang memicu potensi kenaikan biaya penerbangan.
Dalam skenario tanpa perubahan rute penerbangan, biaya rata-rata penerbangan haji diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar Rp46,9 juta per jemaah.
Bahkan, jika maskapai harus melakukan perubahan rute penerbangan (rerouting) untuk menghindari wilayah konflik di Timur Tengah, biaya penerbangan haji dapat melonjak lebih tinggi.
“Jika terjadi perubahan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik, biaya bisa meningkat hingga sekitar Rp50,8 juta per jemaah,” kata Menhaj saat rapat bersama Komisi VIII DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, pemerintah memastikan potensi kenaikan biaya penerbangan tersebut tidak akan dibebankan kepada jemaah haji.
Presiden Prabowo Subianto, kata Irfan, telah menyampaikan komitmen bahwa kenaikan biaya penerbangan haji akan ditangani oleh pemerintah.
“Presiden telah menyampaikan komitmen bahwa kenaikan biaya penerbangan tidak akan dibebankan kepada jemaah haji,” ujarnya.
Selain membahas biaya penerbangan, Kemenhaj juga memaparkan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Rencana perjalanan haji dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026 dengan masuknya jemaah ke asrama haji.
Pemberangkatan gelombang pertama direncanakan pada 22 April 2026 menuju Madinah.
Sedangkan gelombang kedua berangkat mulai 7 Mei 2026 langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Sumber: Kompas TV

