![]() |
ANTRE BBM: Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) akan terjadi di SPBU jika dalam 20 hari pasokan minyak dari Timur Tengah tak kunjung datang ke Indonesia akibat dampak serangan AS-Israel ke Iran – Foto |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga Lebaran, meskipun harga minyak dunia mulai merangkak naik imbas perang yang pecah di Timur Tengah serta cadangan minyak Indonesia yang diperkirakan hanya selama 20 hari saja.
"Harga untuk BBM untuk subsidi saya pastikan bahwa sampai hari raya tidak ada kenaikan apa-apa meskipun ada kenaikan harga minyak karena perang Israel, Amerika, dan Iran," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Untuk harga BBM non subsidi, katanya, akan ditentukan sesuai mekanisme pasar. Maka dari itu apabila ada kenaikan harga, wajar adanya dan memang diperbolehkan.
Dari segi pasokan, Bahlil menyatakan dari rapat yang dilakukan dengan Dewan Energi Nasional (DEN), disimpulkan stok BBM maupun gas LPG cukup untuk hari raya.
"Kemarin sudah dilakukan rapat sama DEN, kami sudah antisipasi bahwa stok BBM jelang Hari Raya Idul Fitri aman termasuk LPG. Jadi tidak ada keraguan sekalipun ada dinamika global di Iran dan Israel," papar Bahlil.
Bahlil Lahadalia selanjutnya mengungkapkan alasan mengapa pasokan BBM di Indonesia cuma berkisar 20 harian saja.
Menurutnya, hal ini terjadi karena kapasitas penyimpanan BBM di Indonesia yang tidak besar, bahkan jumlahnya di bawah konsesus global.
Bahlil memaparkan sampai saat ini storage atau penyimpanan BBM di Indonesia kapasitasnya maksimal 25 hari. Terakhir, dalam rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Pertamina, jumlah cadangan pasokan BBM berkisar di 22-23 hari.
"Jangan salah persepsi memang sejak lama kemampuan storage kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21-25 hari, jadi standar nasionalnya minimal itu di 20-21 hari, maksimal 25 hari," papar Bahlil.
Menurutnya, bisa saja pemerintah mengadakan cadangan BBM lebih dari 25 hari, masalahnya kapasitas penyimpanannya tidak cukup. Maka dari itu, cadangan pasokan BBM disediakan sesuai dengan kapasitas penyimpanannya.
"Kenapa kita nggak melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau diadakan mau disimpan di mana? Storagenya nggak cukup. Jadi mohon diluruskan beritanya bukan kita nggak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari, karena memang daya tampungnya nggak ada," beber Bahlil.
Meski begitu, Indonesia tidak tinggal diam. Bahlil bilang dirinya sudah diperintah langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membangun storage BBM tambahan.
Pembangunan kapasitas penyimpanan baru, rencananya akan membuat cadangan pasokan BBM Indonesia naik jadi 90 hari atau sekitar 3 bulan. Jumlah sebesar itu setara dengan standar minimum konsesus global.
"Presiden Prabowo perintahkan ke kami bangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Insyaallah storage-nya sampai 3 bulan, ini lah standar minimum konsensus global," beber Bahlil.
Sumber: detik.com

