![]() |
| PERESMIAN: Bupati Andi Rudi Latif memotong pita tanda diresmikannya Dapur Sehat Lapas Batulicin serta Klinik Paripurna - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melaksanakan buka puasa bersama ratusan warga binaan di Lapas Kelas III Batulicin, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Bupati Andi Rudi Latif hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pemerintah daerah untuk bersilaturahmi dengan para warga binaan.
Kehadiran kepala daerah di lembaga pemasyarakatan tersebut menjadi momen istimewa. Pasalnya, Andi Rudi Latif tercatat sebagai bupati pertama yang berkunjung sekaligus melaksanakan buka puasa bersama warga binaan di Lapas Kelas III Batulicin.
Dalam sambutannya, ia mengajak para warga binaan untuk tetap memiliki semangat menjalani kehidupan serta menjadikan setiap perjalanan hidup sebagai proses menuju kebaikan.
“Marilah kita sama-sama meniatkan hidup untuk kebahagiaan dan ibadah. Perjalanan hidup masih panjang. Hidup adalah perjuangan, berjuang untuk kebaikan, untuk kemaslahatan, serta untuk keluarga kita,” ujarnya.
Selain bersilaturahmi, Bupati bersama Forkopimda juga meninjau lokasi pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan lapas tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga meresmikan sejumlah fasilitas pendukung di dalam lapas, yakni bangunan Dapur Sehat Lapas Batulicin serta Klinik Paripurna. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Dalam momentum Safari Ramadan itu pula, Bupati memberikan nama baru bagi masjid yang berada di lingkungan lapas, yakni Masjid At-Taubah.
“Izinkan saya memberikan nama untuk masjid ini dengan nama Masjid At-Taubah,” kata Bupati yang kemudian disambut lantunan selawat oleh para warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Batulicin Arifin Akhmad menyampaikan bahwa jumlah warga binaan di lapas tersebut saat ini mencapai sekitar 560 orang, sementara kapasitas idealnya hanya sekitar 310 orang.
Kegiatan Safari Ramadan hari ke-18 tersebut ditutup dengan buka puasa bersama serta salat Magrib berjamaah bersama para warga binaan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Habib Musthofa Abdullah Alaydrus, pimpinan Majelis Dzikir Syamsi Syumus, Jakarta.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan agar setiap orang tidak berputus asa dalam menjalani kehidupan.
“Jangan pernah berputus asa. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Namun dari kesalahan itulah derajat seseorang dapat diangkat jika ia mau memperbaiki diri,” tandasnya.
Penulis: Jack

