Diskumdagri dan Polres Tanbu Periksa SPBU Plajau, Isu Kurangi Takaran BBM di Pastikan HOAX!

 

RAMAI: Aktifitas pengujian takaran BBM di SPBU yang berada di Jalan Plajau KM 4 oleh Diskumdagri dan Polres Tanbu, jumat (6/3/2026) lalu - Foto Dok Istimewa


BORNEOTREND.COM, KALSEL– Menyusul beredarnya isu dugaan pengurangan takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU yang berada di Jalan Plajau KM 4, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) melakukan pemeriksaan langsung, jumat (6/3/2026) lalu.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh pihak Kepolisian dari Polres Tanbu guna memastikan proses pemeriksaan berjalan secara transparan.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara tera ulang menggunakan bejana ukur standar berkapasitas 20 liter untuk memastikan jumlah BBM yang keluar dari nosel dispenser sesuai dengan angka yang tercatat pada layar mesin pompa.

Kabid Perdagangan dan Kemetrologian Diskumdagri Tanbu Hendro Satria Rakhmatullah mengatakan, hasil pemeriksaan takaran BBM yang dilakukan di SPBU Plajau terbilang aman dan tak merugikan masyarakat.

“Sebab, takaran berada pada posisi 20 ML plus, artinya takaran yang dikeluarkan mesin pompa BBM tidak kurang sedikitpun,” tegasnya. 


Adapun alat takar yang digunakan bejana ukur adalah alat ukur volume statis berbahan logan anti karat (stainless steel) yang digunakan sebagai standar kalibrasi (tera) untuk menguji akurasi volume alat pengukur cair dan terverifikasi.

“Memang berdasarkan aturan, ada yang namanya toleransi kekurangan takaran yang diizinkan oleh aturan (misal 0,5% per 20 liter),” tambahnya lagi.

Dari hasil pengujian tersebut, tim tidak menemukan adanya indikasi kecurangan maupun kerusakan pada segel mesin pompa. Takaran BBM yang keluar juga masih berada dalam Batas Kewajaran yang Ditoleransi (BKD) sesuai ketentuan yang berlaku dari Kementerian Perdagangan.

Ia menegaskan bahwa pengecekan takaran BBM harus dilakukan menggunakan alat ukur resmi agar hasilnya dapat dipastikan akurat, bukan berdasarkan perkiraan semata.

"Selain menanggapi isu yang beredar, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan Diskumdagri Tanbu terhadap SPBU di wilayah kami. Saat ini terdapat 13 SPBU yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanbu yang menjadi sasaran pengawasan secara berkala," bebernya.

Sementara itu, Pengelola Pengawas SPBU Plajau Karsono menyampaikan terima kasih atas kehadiran semua pihak, mulai dari rekan-rekan media, Polres Tanbu hingga instansi terkait.

"Jadi setelah di uji oleh Diskumdagri dan hasilnya aman, artinya berita yang beredar selama ini itu kurang benar dan Hoax," tuturnya.

Dirinya pun juga mengingatkan kepada yang membuat berita atau mau menaikkan berita ke media paling tidak konfirmasi dulu kepada pihaknya supaya jadi tidak ada saling tunding menyalahkan.

"Jadi kalau begini kan kita sama-sama susah, karena sangat merugikan masyarakat dan pihak SPBU. Jadi sekali lagi berita sebelumnya itu tidak benar dan kami keberatan itu saja" tukasnya.

Penulis: Jack

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال