Cara Unik Tingkatkan Sumber Daya Pegawai, Balai Bahasa Provinsi Kalsel Gelar Mancakrida

BERI KETERANGAN: Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid memberikan keterangan terkait kegiatan ‘Mancakrida’ untuk peningkatan Sumber Daya Manusia para pegawai – Foto P. Silitonga


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan ‘Mancakrida’ untuk peningkatan Sumber Daya Manusia para pegawai, Senin (30/3/2026).

Tema kegiatan itu adalah Peningkatan Kompetensi ASN dalam rangka mewujudkan ZI-WBK. Peserta kegiatan adalah semua pegawai Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid mengatakan bahwa Balai Bahasa Provinsi Kalsel tetap berkomitmen mewujudkan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). 

Ada enam hal yang perlu dilakukan dalam percepatan ZI-WBK, yaitu peningkatan layanan publik, penguatan pengawasan, penataan sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penataan tata laksana, dan manajemen perubahan. Keenam hal tersebut didiskusikan dalam pertemuan tersebut.

“Di awal tahun seperti ini kita perlu berkontemplasi tentang kegiatan yang telah kita lakukan. Kita akan melihat kekurangan kita dan kita perbaiki pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Lanjut, Armiati Rasyid mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembekalan materi terhadapa sejumlah pegawai, yakni 

tentang sikap kepribadian kominikasi efektif. Penanganan keluhan dan pemanfaatan IT dalam mewujudkan pelayanan prima. Serta pengucapan sumpah janji kinerja, sosialisasi rencana kerja agen perubahan dan infantarisasi untuk penilaian ZI- WBK.

Dalam kegiatan itu para peserta juga dilatih untuk berkolaborasi menjalin kekompakan dalam kegiatan mancakrida (outbound). 

Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam berbagai permainan, baik secara individu maupun berkelompok. 

“Selain diajak membangun kerja sama dalam berbagai permainan, peserta juga harus tetap dapat bersinergi dalam tantangan-tantangan yang dihadapi. Perwujudan kolaboratif, sinergitas, kekompakan, dan kerja sama yang diterapkan dalam mancakrida tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ucapnya.

Armiati Rasyid juga mengatakan, hasil survey kepuasan masyarakat  tahun 2025 dalam pelayan Balai Bahasa Kalsel menunjukkan hasil responden sangat baik, 95,06 %.

Capaian ini menunjukkan bahwa keberadaan Balai Bahasa semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Meski begitu, untuk ke depannya Balai Bahasa Kalsel akan terus menargetkan peningkatan kualitas layanan pada tahun 2026 melalui penguatan kompetensi pegawai dan peningkatan profesionalitas dalam menjalankan tugas,” pungkasnya. 

Penulis: P. Silitonga

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال