![]() |
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso – Foto detik.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengeluh karena Platform belanja online atau e-commerce dibanjiri produk impor dengan harga murah. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mencontohkan, produk tekstil impor yang dijual dengan harga yang jauh di bawah biaya produksi dalam negeri itu salah satunya adalah hijab.
"Memang banyak dari UMKM menyampaikan bahwa produk-produk seperti hijab, terus yang lain-lain lah. Itu harganya memang jauh di bawah produk-produk UMKM ya," kata Budi di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Budi menegaskan pihaknya bakal menelusuri penyebab utama kenapa harga produk impor tersebut bisa sangat murah. Jika terindikasi barang ilegal atau selundupan, ia memastikan tidak ada ampun bagi para pelanggar. Namun, jika barang tersebut masuk secara legal dan tetap sangat murah karena dari negara asal yang rendah, Kemendag akan mengatur melalui platform digital.
"Kalau dia memang benar impor resmi, artinya nggak ilegal, karena memang dari sananya sudah murah ya, ya kita coba ingin mencoba nanti bareng-bareng dengan e-commerce ya. Coba kita utamakan supaya produk-produk UMKM kita itu lebih banyak atau diutamakan di e-commerce," imbuh Budi.
Kemendag tengah mengkaji revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang mengatur soal perizinan berusaha, periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik. Budi menyebut koordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) teknis terus dilakukan.
Meski begitu, Budi belum bisa merinci secara detail poin-poin apa saja yang akan diubah, termasuk soal besaran pengenaan biaya admin dan kewajiban algoritma yang mengutamakan produk lokal.
"Ya nanti di peraturan, di Permendag-nya. Kita sesuaikan lagi. Ini yang belum ketemu, seperti apa mau diaturnya. Apakah harus diutamakan UMKM atau apa nanti? Saya belum bisa ngomong ya, karena belum sepakat," terang Budi.
Sumber: detik.com

