![]() |
| Ilustrasi – Obat pelangsing – Foto Getty Images |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sedikitnya lima produk obat berbahan alam didapati Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI)mengandung bahan kimia obat (BKO). Hal ini jelas menyalahi aturan, mengingat pemakaian BKO perlu dengan resep atau berada di bawah pemantauan dokter.
Kandungan sibutramin menjadi BKO terbanyak yang ditemukan pada produk obat alami dengan klaim pelangsing. Berikut temuan dari hasil pemantauan akhir 2025:
- Fix Slim super booster (mengandung sibutramin dan N-desmethyl sibutramin)
- Hendel exitox green coffee bean extract 500 mg (mengandung sibutramin)
- Faslim (mengandung sibutramin dan N-desmethyl sibutramin)
- Extra slimming (mengandung sibutramin)
- Slimmy pink (mengandung bisakodil).
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan, penggunaan BKO dalam OBA tanpa pengawasan medis sangat berbahaya. Penggunaan dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan hati dan ginjal permanen.
"Temuan produk berbahaya ini sangat mengkhawatirkan. Produk yang diklaim sebagai jamu atau obat tradisional, ternyata mengandung zat aktif obat yang penggunaannya harus di bawah pengawasan medis," beber Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, Jumat (20/2/2026).
"Efek dari sibutramin, tekanan darah naik, denyut jantung meningkat, sulit tidur," lanjutnya.
Ia juga mengingatkan sibutramin dan bisakodil bisa memicu gagal ginjal, diare dan iritasi rektum. Bisakodil sebetulnya digunakan sebagai pencahar stimulan yang ditujukan untuk meredakan sembelit dalam jangka pendek, bukan untuk menurunkan berat badan.
Sumber: detik.com

