PT Jamkrida Kalsel Targetkan Penjaminan UMKM Tembus Rp2,9 Triliun pada 2026

BERI KETERANGAN: Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor memberikan keterangan kepada wartawan - Foto Muchroni


BORNEOTREND.COM, KALSEL – Memasuki tahun 2026, PT Jamkrida Kalsel menargetkan peningkatan penjaminan sebesar 171 persen dibandingkan capaian tahun 2025. Perseroan memproyeksikan penjaminan baru bagi sekitar 10.000–13.000 UMKM dalam satu tahun, dengan nilai penjaminan mencapai Rp2 triliun hingga Rp2,9 triliun.

Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor, mengatakan target ambisius tersebut diharapkan mampu mendorong total kumulatif penjaminan sejak perusahaan berdiri menembus lebih dari Rp15 triliun.

“Memasuki 2026, kami menargetkan lompatan signifikan dalam penjaminan UMKM. Proyeksi penjaminan baru berada pada kisaran 10.000 hingga 13.000 UMKM dengan nilai mencapai Rp2 triliun sampai Rp2,9 triliun. Ini menjadi bagian dari komitmen kami memperkuat akses pembiayaan dan mendorong UMKM naik kelas,” ujar Fauzan Noor, Sabtu (28/2/2026).

Untuk mencapai target tersebut, PT Jamkrida Kalsel akan memperkuat strategi melalui kolaborasi aktif dengan Bank Kalsel, jaringan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kalimantan Selatan, serta koperasi simpan pinjam di berbagai kabupaten/kota. Skema kerja sama meliputi penjaminan kredit mikro, kredit modal kerja, kredit investasi, hingga pembiayaan berbasis klaster UMKM.

“Sinergi dengan perbankan dan koperasi menjadi kunci. Melalui penjaminan, kami membantu mengurangi risiko kredit lembaga penyalur sekaligus memperluas inklusi keuangan bagi pelaku UMKM,” tambahnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang penjaminan kredit sejak 2013, PT Jamkrida Kalsel terus menunjukkan komitmen dalam mendukung penguatan sektor UMKM di Kalimantan Selatan dengan visi Menjadi Perusahaan Penjaminan yang Sehat dan Terkemuka. Melalui penjaminan kredit, perseroan berperan aktif membangun ekosistem perekonomian daerah.

Hingga akhir tahun 2025, PT Jamkrida Kalsel telah menjamin sekitar 109.099 UMKM di seluruh Kalimantan Selatan dengan total nilai penjaminan mencapai Rp13,08 triliun. Rata-rata penjaminan per tahun berada pada kisaran 8.000–9.000 UMKM dengan nilai sekitar Rp1,09 triliun, dan menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir seiring pertumbuhan permintaan pembiayaan mikro dan kecil.

Data perusahaan juga mencatat tiga daerah dengan konsentrasi UMKM terbesar, yakni Kota Banjarmasin dengan total penjaminan Rp2,44 triliun, Kabupaten Barito Kuala sebesar Rp1,22 triliun, dan Kabupaten Tabalong mencapai Rp1,02 triliun.

“Kami mengedepankan prinsip good corporate governance, manajemen risiko yang terukur, serta inovasi produk penjaminan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Harapannya, UMKM dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja di Kalimantan Selatan,” pungkas Fauzan Noor.

Penulis: Muchroni

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال