![]() |
Pemain Penyerang Barito Putera, Cornelius Stewart – Foto FB Barito Putera |
BORNEOTREND.COM, BANJARMASIN – Lini serang Barito Putera dinilai terlalu tumpul. Betapa tidak, dalam enam pertandingan terakhir, Tim berjuluk Laskar Antasari ini hanya mampu mencetak dua gol.
Kemenangan terakhir anak asuh Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco terjadi hampir dua bulan lalu. Tepatnya saat menumbangkan Persela Lamongan dengan skor 1-0 pada pekan ke-14, 5 Januari 2026.
Sejak saat itu, Barito seperti kehilangan taringnya.
Catatan tersebut tentu menjadi alarm bahaya, mengingat Barito sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat kuat penantang gelar di Grup 2 Championship 2025/2026.
Sebenarnya manajemen sudah bergerak cepat dengan mendatangkan empat pemain bertipe menyerang di putaran ketiga, yakni: Cornelius Stewart (eks Semen Padang FC/Timnas Saint Vincent), Ricky Cawor, Basajum Latuconsina dan Roni Sugeng. Namun hingga kini, kontribusi mereka belum terlihat signifikan.
Bahkan, Cornelius Stewart yang digadang-gadang menjadi mesin gol baru justru hanya duduk di bangku cadangan saat Barito ditahan imbang Kendal Tornado FC pada laga kandang terakhir.
Tertinggal dari PSS Sleman dan Persipura Jayapura
Tren negatif ini membuat posisi Barito tercecer di peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 38 poin.
Sementara itu, para pesaing justru tampil konsisten:
- PSS Sleman: 43 poin (puncak klasemen, selisih 5 poin)
- Persipura Jayapura: 40 poin (peringkat kedua, selisih 2 poin)
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin tiket promosi akan melayang dari genggaman.
Rapor Merah 6 Laga Terakhir
Berikut hasil enam pertandingan terakhir Barito Putera:
- Kendal Tornado FC 0-0 (Kandang)
- Persipura Jayapura 4-1 Barito (Tandang)
- PSS Sleman 0-0 Barito (Tandang)
- Persiba Balikpapan 1-0 Barito (Tandang)
- Barito 1-1 Persipura Jayapura (Kandang)
- Persela Lamongan 0-0 Barito (Tandang)
Tak satu pun berujung kemenangan.
Teco dalam Tekanan
Kini sorotan tajam mengarah ke pelatih Stefano Cugurra. Publik Kalimantan Selatan mulai mempertanyakan strategi serta efektivitas rekrutan anyar yang belum memberi dampak nyata.
Tujuh laga tersisa akan menjadi penentuan nasib Laskar Antasari.
Apakah Barito mampu bangkit dan menghidupkan kembali asa promosi? Atau justru semakin terpuruk di saat-saat krusial?
Semua akan terjawab dalam pekan-pekan mendatang.
Sumber: IniBalikpapan.com

