Banyak Toko Belum Punya NIB, Harga Minyakita Masih di Atas HET

DI ATAS HET: Penjualan minyak goreng merk Minyakita di pasaran masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) – Foto cnbcindonesia.com


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Harga minyak goreng kemasan sederhana Minyakita di pasaran belum sepenuhnya turun ke Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Perum Bulog menyebutkan, hambatan yang menyebabkan harga Minyakita masih di atas HET adalah banyaknya toko di pasar SP2KP yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga tidak bisa menerima penyaluran Minyakita.

"Yang terutama ada adalah sebagian besar toko itu tidak memiliki izin usaha atau NIB," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Andi Afdal Abdullah dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (9/2/2026).

Bulog pun berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu percepatan penerbitan NIB bagi para pedagang.

Selain itu, tambahnya, ada juga kekhawatiran dari sebagian pedagang terkait izin usaha yang dikaitkan dengan kewajiban pajak serta kendala pelaporan usaha. Kondisi tersebut membuat tidak semua toko bersedia atau siap menyalurkan Minyakita.

"Ini juga masih kita lakukan pembinaan-pembinaan kepada toko-toko yang mengalami kendala tersebut," ujarnya.

Andi menyampaikan, stok Minyakita yang saat ini dikuasai Bulog mencapai 14.144 kiloliter. Dari jumlah tersebut, realisasi distribusi hingga 6 Februari telah mencapai sekitar 11.468 kiloliter.

"Distribusi Minyakita. Perlu kami sampaikan bahwa stok Minyakita yang ada di Perum Bulog sekarang ini adalah jumlah 14.144 kiloliter," ujarnya.

Sesuai mandat Kementerian Perdagangan, lanjut dia, penyaluran Minyakita dilakukan dengan fokus utama ke pasar SP2KP, di samping penyaluran ke pasar rakyat dan jaringan lainnya. 

Hingga kini, distribusi ke pasar SP2KP tercatat sekitar 2.291 kiloliter, pasar rakyat 1.157 kiloliter, Koperasi Desa/Keluarahan Merah Putih 345 kiloliter, Rumah Pangan Kita (RPK) 3.900 kiloliter, serta pengecer sekitar 3.700 kiloliter.

"Sebagai mandatori dari Kementerian Perdagangan bahwa kita memang berusaha fokus ke pasar-pasar SP2KP," ujar Andi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan, pemerintah terus mendorong percepatan distribusi Minyakita oleh BUMN pangan. Ia menyebut koordinasi telah dilakukan dengan Bulog dan ID Food untuk memastikan pasokan segera sampai ke daerah.

"Terkait dengan Minyakita BUMN pangan ya. Jadi kami juga sudah bertemu dengan BUMN pangan, khususnya Bulog dan ID Food," ujar Budi dalam Konferensi Pers di Auditorium Kemendag, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, realisasi pasokan Minyakita dari produsen ke BUMN pangan telah mencapai sekitar 24% dari target 35%, meski penyaluran ke konsumen belum sepenuhnya terealisasi.

"Ya sebenarnya memang semua proses ya, prosesnya kan sudah berjalan. Kalau nggak salah sekarang sudah 24 persen realisasi dari 35 persen itu," katanya.

"Mungkin ya realisasi ke konsumen belum 24 persen, tapi realisasi pasokan dari produsen ke BUMN Pangan sudah 24 persen," sambung dia.

Budi menegaskan, pemerintah telah meminta agar distribusi Minyakita segera dipercepat ke berbagai daerah.

"Ya saya pikir ini proses yang kemarin ketika rakor juga sudah kita sampaikan, agar segera didistribusikan ke beberapa daerah," pungkasnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال