Pemerintah Akan Groundbreaking Proyek DME Pengganti LPG Bulan Februari 2026

GAS DME: Gas dimethyl ether (DME) akan diproduksi untuk menggantikan Liquified Petroleum Gas (LPG)– Foto Net


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Proyek hilirisasi gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) akan dilakukan Groundbreaking pada Februari 2026. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan saat ini pihaknya tengah memfinalisasi pemilihan teknologi pengolahan batu bara menjadi LPG atau Dimethyl Ether (DME).

"Kalau nggak salah itu Februari (Groundbreaking). Kalau teknologinya kita dianaliasa oleh Chief Teknologi Officer kita Pak Sigit. Jadi kita baru mau meeting sih hari ini," ujar Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi saat ditemui di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Proyek hilirisasi DME ini guna menekan angka impor LPG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menjelaskan saat ini konsumsi LPG nasional lebih banyak dibandingkan produksi.

Saat ini konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 10 juta ton per tahun. Namun, produksi LPG dalam negeri baru sekitar 1,6 juta ton.

"Sekarang konsumsi kita LPG dengan hadirnya Pabrik Lotte itu kurang lebih sekitar 10 juta ton per tahun. Dari 10 juta ton, kapasitas produksi dalam negeri kita hanya 1,6 juta. Artinya kita itu impor 8,4 juta ton untuk menuhi kebutuhan dalam negeri. Berapa ratus triliun itu devisa kita keluar," ujar Bahlil konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

"Sementara di dalam negeri untuk membangun pabrik LPG, kalau pakai gas itu kan bahan bakunya C3, C4. Sementara gas kita itu lebih banyak di C1, C2. Mau tidak mau harus ada institusi impor. Nah, caranya adalah memanfaatkan baku barang low kalori untuk DME. Itu bisa dipakai untuk mengganti LPG," sambungnnya.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال