Investasi di Banjarbaru Tembus Rp1 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah Kota

INVESTASI: Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby berhasil mencapai realisasi investasi tertinggi sepanjang sejarah Kota Banjarbaru – Foto Ist


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Kota Banjarbaru mencatat rekor baru dalam dunia investasi. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby, realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1,029 triliun, melampaui target pemerintah kota maupun provinsi.

Dilansir dari laman data.bkpm.go.id, realisasi investasi di Kota Banjarbaru selama tahun 2025 mencapai Rp1,029 triliun. 

Nilai tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Kota Banjarbaru sekaligus menandai keberhasilan daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif.

Realisasi investasi tersebut tercatat melampaui target yang telah ditetapkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru menargetkan investasi sebesar Rp410 miliar, sementara target Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berada di angka Rp710 miliar. 

Dengan realisasi Rp1,029 triliun, capaian ini setara 251,20 persen dari target kota dan 144,98 persen dari target provinsi.

Secara sektoral, investasi di Kota Banjarbaru didominasi oleh sektor jasa, antara lain jasa penyewaan kendaraan, layanan kesehatan swasta seperti rumah sakit dan klinik, jasa pengujian laboratorium, serta sektor hiburan. 

Termasuk juga sektor perdagangan yang berkontribusi melalui aktivitas perdagangan besar dan eceran berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Di sisi lain, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi turut berperan dalam menopang pertumbuhan investasi daerah. Aktivitas logistik, penyimpanan, distribusi barang, layanan rantai dingin, serta angkutan barang antardaerah memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi.

Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) juga menjadi salah satu pendorong utama capaian investasi tersebut. Modal asing yang masuk berasal dari berbagai negara, antara lain Belanda, Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Amerika Serikat, Turki, Jepang, dan Swiss, dengan sebaran investasi di beragam sektor usaha.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi daerah.

“Capaian investasi ini menunjukkan bahwa Banjarbaru semakin dipercaya sebagai lokasi yang aman dan menjanjikan bagi para investor,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Pertumbuhan investasi yang signifikan ini turut berdampak positif terhadap kondisi ketenagakerjaan. 

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjarbaru tercatat mengalami penurunan dari 4,93 persen pada tahun 2024 menjadi 4,75 persen pada tahun 2025, atau berkurang sekitar 1.200 orang.

"Penurunan ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas usaha berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah," sambung Wali Kota Lisa.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Bambang Supriyanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga tren positif investasi yang telah tercapai.

“Pada tahun 2026, kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi penginputan data kepada perusahaan serta memperkuat komunikasi langsung dengan pelaku usaha. Langkah ini dilakukan agar Banjarbaru tetap menjadi kota yang aman, kondusif, dan menarik bagi investor,” tuntasnya.

Penulis: P. Silitonga

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال