Firman Yusi: Kopi Kalimantan Selatan Siap Bersaing di Pasar Dunia, Namun Harus Siap Hadapi Regulasi Eropa

SOSOK: Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, menilai kopi asal daerah memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional.

Menurutnya, kualitas kopi Kalsel layak bersaing di tingkat global jika didukung strategi pengembangan yang tepat.

“Saya optimistis, kopi Kalsel berpeluang masuk pasar dunia,” ujar Firman Yusi saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2025).

Sebagai alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Firman mengungkapkan bahwa pengembangan komoditas kopi daerah menjadi salah satu fokus perhatiannya sejak bergabung di Komisi II DPRD Kalsel.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menyebutkan bahwa sejumlah sampel kopi Kalsel yang diuji coba oleh koleganya bahkan mulai menarik minat pasar Eropa. Hal ini menunjukkan peluang besar bagi kopi lokal untuk naik kelas ke pasar global.

Namun, Firman menegaskan bahwa peluang tersebut harus diiringi kesiapan menghadapi tantangan kebijakan perdagangan internasional.

“Ada informasi krusial yang perlu menjadi konsen bersama, khususnya terkait kebijakan perdagangan internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada 29 Juni 2023 Uni Eropa mengesahkan regulasi baru bernama European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang diperkirakan akan memengaruhi pola perdagangan komoditas dunia, termasuk kopi.

Menurut Firman, aturan tersebut mewajibkan setiap produk yang masuk ke pasar Uni Eropa untuk membuktikan bahwa komoditasnya bebas dari deforestasi serta diproduksi sesuai hukum negara asal.

“Bagi produsen kopi dunia, kebijakan ini menjadi alarm sekaligus kompas baru,” jelas Firman.

Ia menilai tantangan yang muncul dari EUDR memang tidak mudah, tetapi bukan hal yang tidak mungkin untuk diatasi.

“Justru di balik standar tinggi EUDR terdapat peluang untuk memperkuat kedaulatan petani, menjaga sisa hutan Kalimantan, serta meningkatkan nilai dan martabat kopi Kalsel di pasar internasional,” katanya.

Firman menekankan bahwa keberhasilan menghadapi tantangan tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, inovasi berkelanjutan, serta komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan kerja keras bersama, EUDR bukan menjadi akhir cerita, melainkan awal babak baru kopi Kalsel yang lebih lestari, lebih adil, dan lebih bermakna. Kopi Kalsel bukan sekadar komoditas, tetapi duta pelestarian yang dinikmati dunia,” pungkasnya.

Penulis: Fathur 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال